PASURUAN – java66news.com Kabar duka mendalam menyelimuti bumi nusantara, khususnya di kalangan masyarakat pesantren Jawa Timur. Tokoh wanita yang dikenal karena kedermawanan dan keteladanannya, Bu Nyai Luk-luul Mukarromah dari Sidogiri, telah berpulang ke rahmatullah.
Wafatnya sosok ulama perempuan karismatik ini memicu kesedihan mendalam. Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pesan menyentuh mengenai arti penting seorang ulama di tengah umat manusia, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, kematian pada hakikatnya adalah hal yang biasa karena setiap yang hidup pasti akan menemui ajalnya. Namun, perkara tersebut menjadi sangat tidak biasa apabila yang wafat adalah seorang ulama.
“Ulama adalah penerang dunia dari kegelapan. Andai tak ada ulama, pasti manusia akan bersikap seperti hewan. Dari ulama lah yang bisa menuntun akhlak manusia hingga mengerti agama, serta batasan-batasan yang harus dikerjakan dan ditinggalkan,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.
Lebih lanjut, ia mengibaratkan keberadaan ulama laksana lampu bagi alam semesta. Jika lampu itu padam, maka redup pulalah dunia. Saking krusialnya peran tersebut, ia mengingatkan agar umat muslim tidak bersikap acuh atas wafatnya para pemuka agama. Jika kematian seorang ulama tidak mendatangkan rasa sedih dan susah di hati seseorang, maka dikhawatirkan orang tersebut telah terjangkit sifat munafik.
Kepergian Bu Nyai Luk-luul Mukarromah Sidogiri dirasakan sebagai kehilangan yang teramat besar bagi umat. Sosoknya yang masyhur akan kedermawanan dan uswah (keteladanan) yang melekat, membuat posisinya sulit dicari penggantinya—bak kehilangan permata yang tak ternilai harganya.
Di akhir penyampaiannya, Pengasuh PP Arrahmah Al-Hasaniyyah ini juga memanjatkan doa terbaik agar Allah SWT segera memberikan ganti, memunculkan sosok penerang baru yang meneruskan perjuangan menegakkan agama Islam.
Sebab, hidup tanpa bimbingan ulama ibarat orang buta yang kehilangan tongkatnya. Ulama adalah partikel penting yang wajib ada untuk menuntun manusia dari kesesatan dunia maupun akhirat. (SNA/Red)
