Pesan Mendalam Pengasuh Ponpes Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil: Memperingati Maulid Nabi Adalah Wujud Ta’dhim dan Cinta Rasulullah

Admin · 26 Agu 2026, 12:03 WIB · 9 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Mendalam Pengasuh Ponpes Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil: Memperingati Maulid Nabi Adalah Wujud Ta’dhim dan Cinta Rasulullah

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan nasihat mendalam terkait pentingnya menjaga adab, penghormatan, dan rasa cinta (ta’dhim) kepada Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam keterangannya, Abuyya M. Hasan Syaibah menyoroti maraknya keraguan serta penolakan dari sebagian kalangan terhadap tradisi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau menegaskan bahwa mempertanyakan keutamaan dan perlunya merayakan Maulid Nabi merupakan indikasi dari dangkalnya pemahaman serta hilangnya beningnya hati dalam beragama.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Jika ada di dalam hatimu pertanyaan kenapa ada Maulid Nabi, kenapa mesti dirayakan dan diperingati, pertanyaan demikian adalah pertanyaan yang tidak beradap, pertanyaan orang bodoh dan arogan yang tidak didasari ilmu,” tegas Abuyya M. Hasan Syaibah.

Beliau menjelaskan bahwa keraguan semacam itu muncul ketika fitrah dan nurani seseorang terganggu, sehingga tidak lagi mampu berpikir logis serta beranalogi secara sehat dalam memahami nilai-nilai spiritual Islam.

Lebih lanjut, Abuyya mengkritik sebagian figur yang secara keilmuan agama terlihat sangat mumpuni (‘Alim hingga ‘Allamah) serta cakap dalam menyelesaikan urusan-urusan agama yang rumit, namun mendadak tertutup pikirannya ketika dihadapkan pada persoalan Maulid Nabi. Beliau menyayangkan fenomena di mana analogi cerdas dan keilmuan seolah terbelenggu hingga memunculkan larangan terhadap peringatan Maulid Nabi, bahkan sampai menyeret figur ternama seperti Imam As-Sudais yang turut tidak sepakat dengan peringatan tersebut.

Menurut Pengasuh Ponpes Arrahmah AL-Hasaniyyah Bangil ini, fenomena penolakan tersebut mencerminkan krisis adab dan hilangnya bukti kecintaan (mahabbah) kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Di mana ta’dhim kita, di mana adab kita, di mana bukti kecintaan dan penghormatan kita kepada Rasulullah SAW kekasih Allah SWT? Padahal kepada tamu siapapun kita sangat hormat, tetapi kenapa penghormatan dan sambutan atas kelahiran Nabi justru dipermasalahkan dan seakan alergi? Bahkan ada yang lebih ekstrem hingga makanan berkat Maulid dibuang. Astaghfirullah,” pungkasnya.

Melalui pesan ini, beliau mengajak seluruh umat Islam untuk senantiasa membersihkan hati, mengedepankan adab di atas ilmu, serta menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum utama untuk memperkuat rasa cinta, penghormatan, dan peneladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.(SNA/Ebs)

9 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *