PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan wejangan spiritual yang mendalam mengenai hakikat pernikahan dan jodoh. Pesan ini disampaikan sebagai pengingat bagi umat dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh dinamika pada Sabtu (18/7/2026).
Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, jodoh pada hakikatnya merupakan pemberian sekaligus pilihan langsung dari Allah Swt. Jodoh adalah rezeki besar yang wajib disyukuri oleh setiap manusia dalam kondisi apa pun.
“Apapun keadaannya harus ridho dengan pilihan Allah. Rawat sebaik-baiknya, terima lebih dan kurangnya. Namanya manusia, suami atau istri pasti ada titik lemahnya. Sungguh demikian, lemahnya jangan dijadikan pemicu retaknya keharmonisan,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.
Beliau juga menekankan bahwa jodoh merupakan rezeki terbesar bagi manusia karena separuh agama terletak pada pernikahan. Menikah merupakan fitrah manusia yang sempurna. Sebaliknya, ketidakmampuan untuk bersyukur atas kehadiran pasangan hidup berisiko mendatangkan petaka dalam rumah tangga.
“Tidak sedikit yang tidak bersyukur diberikan jodoh. Jika tidak cerai mati, cerai hidup. Yang seperti itu adalah bagian dari azab karena tidak adanya rasa syukur. Seolah Allah hendak diatur olehnya hingga berjodoh sesuai nafsunya, lalu lupa akan hikmah di balik jodoh pilihan Allah,” tambahnya.
Dalam wejangan tersebut, Abuyya M. Hasan Syaibah juga menyelipkan pesan kesejukan mengenai jalan menuju surga melalui institusi pernikahan. Kesabaran menghadapi dinamika pasangan dinilai sebagai ladang pahala yang sangat besar. Kadang kala, kesabaran seorang suami menghadapi rewelnya istri merupakan jalan mudah menuju surga. Begitu pula sebaliknya, kesabaran istri menghadapi ketidakshalihan suaminya adalah jalan pintas menuju surga.
Di akhir pesannya, ulama asal Bangil Pasuruan ini mengajak seluruh pasangan untuk menerima jodoh mereka dengan penuh keridaan dan keyakinan.
“Terima jodoh dengan ridho, yakinlah pilihan Allah adalah yang terbaik. Manusia hanya dianjurkan menerima, pasrah, dan ridho. Selanjutnya adalah misteri Allah,” pungkasnya. (SNA/Red)
