PASURUAN – java66news.com Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rembang menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMKN Rembang, Kabupaten Pasuruan, Senin (24/8/2026). Langkah edukatif ini dilakukan untuk membentengi karakter dan moral generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala KUA Rembang, Mochamad Irjik, S.H.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesadaran diri dan ketahanan moral bagi para pelajar masa kini.
Sesi pemaparan materi diawali oleh Penyuluh Agama, Mohammad Effendi, S.E., M.Pd., yang mengulas bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Ia menjelaskan bahwa zat terlarang tersebut dapat merusak kesehatan fisik, mengganggu fungsi saraf, hingga memutus mimpi masa depan siswa. Selain menyoroti dampak buruk pada akademik, Effendi membagikan langkah-langkah preventif agar para siswa mampu menolak pergaulan yang berisiko.
Suasana kegiatan makin meriah dengan adanya sesi ice breaking yang dipandu oleh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk mencairkan suasana dan menjaga semangat peserta.
Sebagai penutup, Penyuluh Agama, Abdul Jalil, S.S., menyampaikan materi mengenai pencegahan perilaku LGBT dan potensi penyebarannya di kalangan remaja. Melalui penyampaian yang komunikatif, ia mengingatkan pentingnya menjaga batas pergaulan sesuai dengan norma agama dan sosial.
Komitmen Bersama Bentengi Remaja
Secara terpisah, Kepala KUA Rembang, Mochamad Irjik, S.H.I., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi tumbuh kembang para remaja di wilayah Kecamatan Rembang.
“Program BRUS ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral KUA untuk hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya kelompok remaja usia sekolah. Kami ingin memastikan anak-anak muda kita memiliki fondasi agama dan moral yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh oleh penyimpangan pergaulan maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujar Mochamad Irjik kepada javanews.com.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMKN Rembang Kabupaten Pasuruan, Widiafatma Rusita, S.P., menyambut positif dan menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dengan KUA Rembang.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pembekalan mengenai bahaya NAPZA serta penguatan nilai-nilai moral sesuai ajaran agama sangat penting untuk membentuk benteng diri siswa. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi penerus yang unggul secara akademis, memiliki keterampilan, serta berakhlak mulia,” pungkas Widiafatma Rusita.(Ebs/Puj)
