PASURUAN, java66news.com — Sosok ulama yang memiliki kedalaman ilmu dan sifat kasyaf (ketajaman mata hati) senantiasa menjadi pengayom serta teladan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, saat memberikan pandangannya kepada java66news.com pada Sabtu (22/8/2026).
Abuyya M. Hasan Syaibah menuturkan bahwa kekasih Allah (wali Allah) memiliki keutamaan akhlak yang sangat menonjol. Metode dakwah yang diterapkan disampaikan secara senyap, santun, dan penuh kelembutan tanpa banyak kata. Sikap tawadhu’ (rendah hati) serta rasa hormat terhadap sesama begitu mendalam, bahkan ketika bertutur kata dengan anak kecil sekalipun tetap menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil sebagai bentuk penghormatan.
Keutamaan dan keramahannya terus dirasakan oleh masyarakat luas:
Metode Dakwah Lembut: Mengedepankan kesantunan dan keteladanan sikap sehingga pesan-pesan kebaikan tersampaikan tanpa paksaan.
Keberkahan yang Berkelanjutan: Wisata religi dan makam (makbaroh) sosok ulama tersebut tak pernah sepi dari peziarah selama 24 jam. Keberadaannya memberikan harum nama bagi Kota Pasuruan.
Penjembatan Ridha Allah: Karakter mulia dan karomah yang terpancar menjadikannya sebagai washilah (perantara) bagi umat untuk mendekatkan diri serta meraih ridha Allah SWT.
Abuyya M. Hasan Syaibah menegaskan bahwa mencintai para ulama merupakan bagian dari mencintai Rasulullah SAW, mengingat ulama adalah ahli waris para nabi (al-‘ulama u waratsatul anbiya). Meneladani akhlak dan ajaran kebaikan para ulama menjadi sarana penting untuk memperkuat keimanan serta menjaga kerukunan sesama di era modern saat ini.(SNA/Ebs)
