“Segoro Topeng Kaliwungu”. Masuk KEN, Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang Andalkan Kolaborasi Lintas Sektor

Admin · 6 Jun 2026, 22:20 WIB · 15 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
“Segoro Topeng Kaliwungu”. Masuk KEN, Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang Andalkan Kolaborasi Lintas Sektor

LUMAJANG, (java66news.com) – Upaya pelestarian seni budaya lokal terus digenjot di Kabupaten Lumajang. Salah satu ikon budaya kebanggaan warga lereng Gunung Semeru, Kesenian Topeng Kaliwungu, kini tengah bersiap menerjang panggung yang lebih luas melalui program inovatif “Segoro Topeng Kaliwungu” (Kesenian Masuk Segala Sektor/Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang kini sukses menembus Karisma Event Nusantara (KEN).

Demi menyukseskan program strategis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengandalkan strategi kolaborasi lintas sektor sebagai motor penggerak utamanya.

Pariwisata sebagai Pemicu multiplier effect Ekonomi

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, AP., M.Si., menegaskan bahwa pengembangan pariwisata modern berbasis budaya saat ini tidak lagi hanya berfokus semata pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Nilai yang lebih esensial adalah kemampuan sektor tersebut dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pariwisata tidak bisa dipandang sebagai sektor yang berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat keterkaitan dengan UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, perdagangan, hingga berbagai usaha masyarakat yang saling mendukung,” ujar Patria kepada java66news.com

Patria menjelaskan bahwa agenda budaya tahunan seperti Segoro Topeng Kaliwungu sengaja didorong sebagai instrumen penguatan ekonomi daerah. Melalui pengemasan festival yang matang, dampak ekonomi langsung diharapkan dapat mengalir deras ke berbagai lapisan usaha lokal.

“Yang kita dorong bukan sekadar ramai pengunjung, tetapi bagaimana dampaknya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata. Mulai dari pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, pengelola akomodasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga pemasok produk lokal harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama

Keberhasilan Topeng Kaliwungu untuk benar-benar terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi modern dinilai sangat bergantung pada komitmen bersama lintas sektoral. Beberapa poin kolaborasi penting yang tengah dibangun oleh Pemkab Lumajang meliputi:

Sektor Pendidikan: Memasukkan pengenalan sejarah dan praktik pembuatan serta tari Topeng Kaliwungu ke dalam kegiatan edukasi generasi muda guna menyiapkan penerus kebudayaan daerah.

Sektor Pariwisata & Perhotelan: Mengintegrasikan destinasi wisata dengan akomodasi dan transportasi lokal agar tercipta ekosistem kunjungan yang terhubung dan saling menguntungkan.

Sektor UMKM & Industri Kreatif: Memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha, pedagang kuliner, dan pengrajin lokal untuk menggelar produk mereka di setiap rangkaian acara festival.

Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman

Kesenian Topeng Kaliwungu memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari topeng daerah lain, baik dari segi penokohan, ragam hias, maupun filosofi gerakan tarinya. Melalui pendekatan ekosistem yang saling terhubung ini, Pemkab Lumajang optimis nilai tradisi lokal dapat terus lestari sekaligus menjadi pilar ekonomi kreatif yang menghidupi masyarakat luas.

Festival Segoro Topeng Kaliwungu sendiri diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi tontonan, melainkan platform promosi budaya berskala nasional dan internasional yang memperkuat posisi Lumajang di peta pariwisata Indonesia. (Fen/Red)

15 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →