Dibalik Kemegahan Apel Akbar GBT: Kisah Haru Perjuangan KKGPAI Kabupaten Pasuruan

Admin · 19 Mei 2026, 11:47 WIB · 11 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Dibalik Kemegahan Apel Akbar GBT: Kisah Haru Perjuangan KKGPAI Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, (java66news.com) – Perhelatan akbar Apel Bersama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Provinsi Jawa Timur di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu (16/5/2026) kemarin, sukses menyisakan cerita perjuangan yang luar biasa. Di balik gemuruh stadion yang “dicoklatkan” oleh puluhan ribu guru tersebut, ada dedikasi tanpa lelah dari rombongan Kabupaten Pasuruan.

Ning Ilmia, selaku Ketua KKGPAI Kabupaten Pasuruan, menjadi sosok sentral di balik layar. Ia berjuang habis-habisan demi memastikan seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) jenjang SD se-Kabupaten Pasuruan bisa hadir seratus persen dalam perhelatan akbar tersebut.

Sentuhan Drama di Balik Layar

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Seminggu sebelum acara digelar, Ning Ilmia bergerak cepat melakukan silaturahmi dan koordinasi ke Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Tujuannya satu: mengupayakan agar instansi terkait mengeluarkan Surat Dispensasi resmi bagi seluruh GPAI SD.

Langkah ini disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ibu Tri Krisni Astuti, S.Sos, M.M., yang mendukung penuh dan langsung menerbitkan surat dispensasi tersebut.

Namun, perjalanan tidak semulus yang dibayangkan. Di tengah persiapan, muncul riak dinamika lapangan. Salah satu kecamatan sempat menyatakan enggan berangkat ke acara tersebut. Berita ini sempat memukul mental panitia. Ning Ilmia pun harus memutar otak dan melakukan pendekatan persuasif yang intens agar guru-guru di kecamatan tersebut luluh dan bersedia ikut serta.

“Jujur, ada sentuhan drama di balik layar sebelum kami benar-benar bisa berangkat dan berkumpul di GBT. Mulai dari kecemasan kuota, sinkronisasi jadwal, tantangan logistik, hingga hal-hal teknis yang sempat menguras air mata dan energi,” ungkap Ning Ilmia mengingat ketegangan masa persiapan.

Ketegangan itu akhirnya mencair menjadi tangis haru. Saat hari pelaksanaan, Ning Ilmia menyaksikan langsung 600 total GPAI SD Kabupaten Pasuruan berhasil tiba dengan selamat dan berkumpul di Stadion GBT.

Buah Manis Dukungan Semua Pihak

Rintangan dan drama yang sempat terjadi berhasil dikikis habis oleh semangat kebersamaan yang solid. Kesuksesan Kabupaten Pasuruan dalam menyemarakkan Apel Akbar ini diakui sebagai buah dari gotong royong dan komitmen tinggi dari seluruh elemen terkait.

“Alhamdulillah, berkat doa, kerja keras, dan dukungan luar biasa dari semua pihak—baik dari jajaran Kemenag, Dinas Pendidikan, pengurus KKG tingkat kecamatan, hingga para guru PAI yang begitu militan—semua kendala bisa teratasi. Hasilnya, Pasuruan sukses menunjukkan peran aktifnya di Surabaya,” tutur Ning Ilmia dengan penuh rasa syukur.

Mengguncang GBT Surabaya

Kehadiran total 600 delegasi Guru PAI dari Kabupaten Pasuruan di Stadion GBT memberikan warna tersendiri. Mengenakan atribut khas dan membawa komitmen yang membumbung tinggi, mereka melebur bersama puluhan ribu guru PAI se-Jawa Timur.

Kehadiran massal ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen kebangsaan, profesionalisme, serta penguatan karakter moderasi beragama di lingkungan sekolah dasar.

Suksesnya partisipasi ini tidak hanya menjadi pembuktian kekompakan KKGPAI Kabupaten Pasuruan, tetapi juga menjadi pemantik motivasi bagi para guru untuk terus berinovasi dan solid dalam memajukan mutu pendidikan agama Islam di daerah. (Red)

11 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →