PASURUAN — java66news.com Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Pasuruan Raya sukses menggelar ajang penguatan kapasitas bertajuk Supercamp IPARI Pasuruan Raya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, di SMK Alam Raya ini difokuskan untuk memperkuat kompetensi, kreativitas, dan profesionalisme para penyuluh agama di tengah era transformasi digital.
Mengusung tema “CERDAS”, rangkaian kegiatan ini dirancang secara komprehensif guna menjawab tantangan pelayanan keagamaan modern. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua IPARI Pasuruan Raya, Hj. Thuchfatul Syafaatun Muniroh, S.Ag., M.H., Ketua Yayasan SMK Alam Raya Muryadi, serta jajaran Kepala KUA se-Kabupaten Pasuruan.

Hadir mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Kasubbag Tata Usaha Dr. H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.Si. memberikan pembinaan mendalam kepada para peserta. Dalam arahannya, Bahrul menekankan pentingnya penguatan integritas serta adaptabilitas penyuluh agama dalam mengayomi masyarakat modern.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian, acara dilanjutkan dengan sesi pelepasan purna tugas untuk salah satu anggota penyuluh, Endang.

Penguatan Literasi Digital dan Tata Kelola Kinerja
Untuk menunjang efektivitas penyuluhan di era digital, para peserta dibekali pelatihan penyuntingan konten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dipandu oleh tim Pranata Komputer (Prakom). Melalui sesi ini, para penyuluh dilatih memproduksi materi edukatif dan informatif yang relevan bagi masyarakat berbasis teknologi.

Selain itu, pembekalan mengenai optimalisasi pengelolaan Majelis Taklim juga diberikan secara kolaboratif oleh jajaran Bimas dan para penyuluh senior.
Dari sisi administrasi dan tata kelola profesi, para peserta mendapatkan pendampingan teknis pengisian aplikasi E-Kinerja (E-Kin) yang disampaikan oleh Rahmad. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan pelaporan akuntabilitas kinerja para pegawai dapat berjalan tertib, transparan, dan optimal.
Membangun Sinergi hingga Penutupan
Rangkaian acara berlanjut hingga malam hari dengan agenda pembinaan dari Kepala Seksi Bimas Islam, dilanjutkan dengan pendalaman materi E-Kinerja lanjutan.
Kegiatan Supercamp ini resmi ditutup pada Jumat pagi (14/8/2026) melalui agenda senam bersama yang dilanjutkan dengan diskusi santai. Sesi ini dimanfaatkan para peserta untuk mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan ide-ide kreatif pelayanan di wilayah binaan masing-masing.
Melalui penyelenggaraan Supercamp ini, Hj. Thuchfatul Syafaatun Muniroh bersama jajaran pengurus IPARI Pasuruan Raya optimistis dapat melahirkan sosok penyuluh agama yang tidak hanya adaptif dan mahir memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga tetap profesional dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif bagi masyarakat.(Ebs/Puj)
