PASURUAN, java66news.com – Semangat kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal mewarnai arena kegiatan TK Dharma Putra Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Guna menyemarakkan launching Batik Lurik IGTKI Kabupaten Pasuruan, pihak sekolah menggelar lomba kolase dan mewarnai yang melibatkan peran aktif para siswa beserta orang tua murid pada Jumat (7/8/2026).
Sejak awal acara, suasana berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Para siswa tampak antusias memadukan warna dan menempelkan berbagai bahan pada lembar karya. Tidak sekadar menjadi ajang kompetisi mencari pemenang, kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang berfokus pada pengembangan motorik halus, ketelitian, imajinasi, serta rasa percaya diri anak usia dini.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, kegiatan kolase dan mewarnai ini diintegrasikan dengan pengenalan kain lurik sebagai salah satu warisan budaya lokal yang sarat nilai kearifan bangsa.

Kepala TK Dharma Putra Ngadirejo, Warsiana, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum peluncuran Batik Lurik IGTKI Pasuruan menjadi pijakan yang tepat untuk menanamkan jiwa kebudayaan kepada generasi muda sejak dini.
“Melalui kegiatan kolase dan mewarnai ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan kepada anak-anak sekaligus mengenalkan mereka pada budaya lokal. Launching Batik Lurik IGTKI menjadi momentum yang sangat baik untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujar Warsiana, S.Pd.
Keterlibatan orang tua murid juga menjadi pilar penting keberhasilan acara ini. Kolaborasi antarsubjek pendidikan terlihat hangat ketika para wali murid mendampingi dan memotivasi putra-putri mereka tanpa mengintervensi atau mengambil alih proses kreatif anak.
Senada dengan hal tersebut, salah satu wali murid, Ayu, mengapresiasi langkah sekolah dalam memfasilitasi ruang ekspresi anak yang berpadu dengan edukasi kebudayaan.
“Senada dengan apa yang disampaikan kepala sekolah, kegiatan ini sangat positif. Selain mengasah kreativitas dan motorik anak, kami sebagai orang tua juga senang karena anak-anak bisa mengenal budaya daerah seperti batik lurik sejak dini dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Ayu.
Karya-karya yang dihasilkan para peserta memperlihatkan keberagaman karakter dan tingkat imajinasi yang tinggi. Melalui torehan warna dan kreativitas tangan anak-anak tersebut, TK Dharma Putra Ngadirejo menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berimbang antara pengembangan karakter, kreativitas, kemandirian, dan pelestarian budaya daerah.(J66/Red)
