Peringati HKN 2026, Siswa SDN Ngadirejo I Tutur Gembleng Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Gempa Bumi

Admin · 26 Apr 2026, 14:44 WIB · 67 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Peringati HKN 2026, Siswa SDN Ngadirejo I Tutur Gembleng Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Gempa Bumi

PASURUAN (java66news.com) – Dalam upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, SDN Ngadirejo I Kecamatan Tutur menggelar kegiatan edukasi dan simulasi tanggap darurat gempa bumi, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kesiapsiagaan Nasional (HKN) 2026.

Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan melalui Kelompok Kerja (Pokjar) Desa Ngadirejo, acara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa, jajaran guru, hingga elemen masyarakat setempat.

Edukasi dan Praktik Lapangan

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Para siswa tidak hanya diberikan materi teori mengenai apa itu gempa bumi, tetapi juga langsung mempraktikkan prosedur keselamatan “Drop, Cover, and Hold On”. Saat sirine tanda bahaya berbunyi, dengan sigap para siswa berlindung di bawah meja dan melindungi kepala mereka, sebelum akhirnya dievakuasi menuju titik kumpul yang aman secara tertib.

Kepala Sekolah SDN Ngadirejo I, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah krusial untuk memberikan bekal mental dan keterampilan bagi para peserta didik.

“Kami sangat menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan bagi siswa dalam menghadapi potensi bencana. Melalui edukasi dan simulasi ini, kami berharap siswa tidak panik saat terjadi gempa, tetapi justru mampu bertindak cepat dan tepat untuk keselamatan diri,” ujar Risdiyan Tri Wahyudi.

Sekolah sebagai Pilar Kesiapsiagaan

Pihak BPBD Kabupaten Pasuruan yang hadir mendampingi simulasi tersebut menegaskan bahwa lingkungan sekolah adalah lokasi strategis untuk menanamkan mitigasi bencana. Dengan melatih siswa sejak usia sekolah dasar, diharapkan pesan keselamatan ini juga dapat tersampaikan ke lingkungan keluarga mereka masing-masing.

Perwakilan BPBD menjelaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan investasi keselamatan jangka panjang. Melalui sinergi antara sekolah dan BPBD, diharapkan risiko cedera atau korban jiwa akibat bencana dapat diminimalisir secara signifikan.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi jalur evakuasi di lingkungan sekolah untuk memastikan seluruh warga sekolah paham ke mana harus melangkah saat keadaan darurat benar-benar terjadi. (Red)

67 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →