Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah: Menjaga Iman hingga Akhir Hayat di Tengah Ujian Dunia

Admin · 19 Jul 2026, 14:21 WIB · 55 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah: Menjaga Iman hingga Akhir Hayat di Tengah Ujian Dunia

PASURUAN, java66news.com – Kehidupan di dunia sejatinya hanyalah jembatan sementara menuju keabadian. Pandangan mendalam ini disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, saat memberikan tausiyah rohani kepada media ini pada Minggu (19/7/2026).

Dalam penyampaiannya, Abuyya M. Hasan Syaibah menyoroti perbedaan mendasar mengenai ideologi atau cara pandang hidup antara orang yang beriman dengan yang tidak beriman (kafir) dalam menyikapi esensi kehidupan di dunia.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Bagi mereka yang tidak beriman, ideologi tentang hidup di dunia dipandang cuma sekali. Akibatnya, hidup cenderung dinikmati sebebas-bebasnya dengan menuruti hawa nafsu, karena mereka meyakini tidak ada kehidupan atau hari pembalasan setelah kematian,” ujar Abuyya.

Menurut beliau, pandangan materialistis tersebut kerap menjadikan dunia sekadar sebagai ajang aji mumpung atau pelampiasan nafsu tanpa batas.

Sebaliknya, Abuyya menjelaskan bahwa bagi orang yang beriman, kehidupan dunia yang singkat ini tidak boleh disia-siakan. Orang mukmin meyakini sepenuhnya bahwa setelah kematian kelak, akan ada kehidupan abadi yang menanti. Segala amal perbuatan yang dilakukan di dunia pun mutlak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Sang Pencipta.

“Oleh karena itu, orang beriman menjalani hidup dengan penuh keprihatinan dan kekhawatiran yang sangat (kehati-hatian). Hal itu agar nafsu liarnya tetap terkondisi, sehingga tidak melakukan apa yang dilarang agama. Ada ketakutan jika tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan semasa hidupnya,” lanjut beliau menekankan pentingnya mawas diri.

Lebih lanjut, Abuyya membenarkan sebuah sabda atau dawuh yang menyatakan bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir. Pembatasan-pembatasan syariat di dunia justru menjadi pelindung bagi orang beriman agar selamat di akhirat.

Menutup pesan sejuknya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah ini mengingatkan kaum muslimin untuk bersyukur atas anugerah iman yang telah diberikan. Beliau berpesan agar menjaga benteng keimanan tersebut dengan kokoh agar tidak runtuh diterpa badai duniawi hingga ajal menjemput.

“Al-Qur’an sangat berpesan agar keimanan yang sudah dianugerahkan ini jangan sampai rontok hingga ajal tiba. Sebagaimana firman Allah: ‘Walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun’, jangan sekali-kali kamu mati kecuali dalam keadaan muslim atau beriman,” pungkas Abuyya dengan penuh penekanan. (SNA/Red)

55 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →