Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil: Persiapkan Amal dan Taqwa Menyambut Kematian

Admin · 2 Jul 2026, 06:44 WIB · 43 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil: Persiapkan Amal dan Taqwa Menyambut Kematian

PASURUAN (java66news.com) – Kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Alih-alih melarikan diri atau bersembunyi dari kenyataan tersebut, umat manusia diimbau untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah dan ketakwaan.

Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Abuyya M. Hasan Syaibah, pada Kamis (2/7/2026).

“Mati adalah hal yang paling ditakuti semua manusia, sungguh demikian itu adalah hal yang tak bisa dihindari. Jika waktunya tiba, sejauh mana manusia lari, takkan bisa menghindar dan bersembunyi,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Hakikat Kematian adalah Rahmah

Menurut Abuyya, hakikat dari kematian bagi orang yang beriman sejatinya bukanlah sebuah azab atau siksaan, melainkan sebuah bentuk rahmah (kasih sayang) dari Allah SWT. Rasa takut dan tidak percaya diri dalam menghadapi kematian biasanya muncul karena kurangnya bekal amal yang dipersiapkan selama hidup di dunia.

Ia juga menambahkan bahwa meraih akhir hidup yang baik atau husnul khatimah bukanlah perkara yang mudah. Fakta menunjukkan adanya keberagaman kondisi manusia saat menghadapi sakaratul maut. Ada yang melaluinya dengan wajah ketakutan, menangis, susah, dan lemas. Namun, ada pula yang menjalaninya dengan tenang, santai layaknya orang tertidur, bahkan hingga tersenyum.

Dua Amalan Utama Menuju Husnul Khatimah

Guna mempermudah dan menghapus rasa takut dalam menghadapi kematian agar berakhir dengan indah, Abuyya M. Hasan Syaibah membagikan dua amalan utama yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:

Menjadi Pribadi yang Sabar: Manusia diharapkan senantiasa sabar dalam menghadapi dinamika problema, ujian, serta cobaan selama menjalani kehidupan di dunia.

Menjadi Pribadi yang Dermawan dan Berempati Tinggi: Umat diimbau untuk tidak menimbun harta sendirian, melainkan gemar bersedekah kepada siapa saja. Sedekah tidak terbatas pada materi semata, melainkan dapat berupa tenaga, pikiran, keahlian profesi, dan hal bermanfaat lainnya.

Sebagai penutup, Abuyya M. Hasan Syaibah memberikan pesan ringkas namun padat bagi seluruh umat dalam bersosialisasi dan menjalani kehidupan.

“Intinya, permudah, jangan sekali-kali mempersulit,” pungkasnya. (SNA/Red)

43 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →