PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan sebuah refleksi mendalam mengenai korelasi antara usaha manusia, spiritualitas, dan pencapaian kesuksesan hidup.
Pesan bernilai tinggi tersebut disampaikan langsung oleh beliau kepada redaksi java66news.com pada Kamis (16/7/2026). Beliau menganalogikan perjuangan hidup manusia layaknya seorang nelayan yang mencari ikan di laut, serta mengaitkannya dengan kesungguhan dalam beribadah sepertiga malam (Salat Tahajud).
Analogi Nelayan: Beda Tempat, Beda Tantangan
Abuyya M. Hasan Syaibah menjelaskan bahwa hasil yang didapatkan oleh seseorang sangat bergantung pada tingkat kesulitan tempat ia berjuang.
“Besar kecilnya ikan yang didapat itu tergantung pada tempatnya. Jika kita hanya mencari di pinggir laut, tentu hasilnya tidak akan sama dengan mereka yang berani pergi ke tengah laut,” ujar Abuyya.
Beliau memaparkan bahwa untuk mencapai kedalaman laut lepas yang arusnya deras, gelombangnya menggulung, dan suaranya menggelegar, seorang nelayan membutuhkan lebih dari sekadar perahu biasa. Dibutuhkan ilmu, teknik, strategi, perangkat yang mumpuni, serta nyali dan keberanian yang besar.
Semakin tinggi risiko dan kesulitan yang dihadapi, maka semakin besar pula potensi “ikan” atau hasil yang diperoleh.
Filosofi Tahajud di Keheningan Malam
Lebih lanjut, tokoh ulama karismatik asal Bangil ini menarik benang merah analogi tersebut dengan ibadah Salat Tahajud. Menurut beliau, nilai spiritual dan ganjaran yang diterima seorang hamba sangat dipengaruhi oleh waktu dan beratnya perjuangan untuk bangun malam.
Tahajud di Ujung Subuh: Tentu memiliki kekhusyukan sendiri, namun tingkat kesulitannya relatif lebih ringan karena waktu tidur sudah hampir selesai.
Tahajud di Tengah Malam: Menjadi ujian terberat karena dilakukan saat manusia sedang terlelap tidur. Pada momen inilah dibutuhkan niat yang sangat kuat untuk bertarung melawan rasa kantuk yang luar biasa dan kenyamanan tempat tidur.
“Di sinilah besarnya ‘ikan’ itu ditentukan. Di titik terberat inilah tingkat keberhasilanmu dipastikan. Semua bergantung pada tingkat kesulitan dalam meraih sebuah prestasi dan kesuksesan,” tegas Abuyya M. Hasan Syaibah.
Pesan untuk Generasi Muda dan Masyarakat
Melalui pesan spiritual ini, Abuyya berharap masyarakat—khususnya generasi muda—tidak hanya mendambakan kesuksesan yang instan. Prestasi yang besar dan kesuksesan yang berkah hanya lahir dari rahim perjuangan yang berat, kedisiplinan yang tinggi, serta kedekatan spiritual yang kuat kepada Sang Pencipta di sepertiga malam.
Bagi Abuyya, setiap rintangan yang dihadapi dalam hidup bukanlah penghalang, melainkan parameter penentu seberapa besar “hadiah” yang layak kita terima di akhir perjuangan nanti.(SNA/Red)
