Pesan Menyentuh Abuyya M. Hasan Syaibah: Belajar Hidup Mulia dari Filosofi Ulat dan Kupu-Kupu

Admin · 21 Jun 2026, 14:45 WIB · 47 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Menyentuh Abuyya M. Hasan Syaibah: Belajar Hidup Mulia dari Filosofi Ulat dan Kupu-Kupu

PASURUAN (java66news.com) Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan sebuah wejangan spiritual yang sangat mendalam bagi umat Islam pada Minggu (21/6/2026). Melalui analogi sederhana namun penuh makna tentang metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu, beliau mengajak masyarakat untuk merenungi pentingnya pertobatan dan harapan dalam hidup.

Dalam sebuah pesan Abuyya M. Hasan Syaibah menggambarkan bagaimana ulat sering kali dipandang sebelah mata oleh manusia.

“Dilihat saja menjijikkan, sifatnya yang perusak, apalagi menyentuhnya. Keberadaannya tak diharapkan, banyak petani gagal panen karenanya, tak sedikit yang membunuhnya dengan sadis dan kejam hingga dibakar,” tulis narasi dalam pesan spiritual tersebut.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Namun, titik balik kehidupan ulat terjadi ketika makhluk tersebut memilih untuk bermetamorfosis. Ulat menjalani fase berhari-hari berpuasa siang dan malam, kehujanan, serta kepanasan tanpa bergeming. Semua itu dihiraukan demi sebuah munajat untuk mengubah dirinya.

Hasil dari perjuangan yang melelahkan itu akhirnya membuahkan hasil yang menakjubkan. Ulat tersebut bertransformasi menjadi kupu-kupu yang sangat indah. Makhluk yang awalnya dianggap menjijikkan dan tidak dikehendaki, kini berubah menjadi primadona yang ingin dilihat, disentuh, bahkan dimiliki oleh semua orang. Bahkan setelah mati pun, kupu-kupu sering diawetkan, dibingkai, dan ditaruh di tempat yang mulia.

Pintu Tobat Selalu Terbuka

Abuyya M. Hasan Syaibah menegaskan bahwa fenomena alam ini adalah gambaran nyata bagi seorang pendosa atau ahli maksiat yang dulunya tidak diharapkan keberadaannya. Namun, ketika orang tersebut memilih untuk kembali bertobat, Allah SWT, akan mengangkat derajat dan kemuliaannya setinggi-tingginya hingga banyak orang yang mencintainya.

Di akhir pesannya, beliau memberikan motivasi kuat agar umat manusia tidak pernah berputus asa dari rahmat Tuhan.

“Jadilah bak kupu-kupu, jangan pernah berputus asa selagi ada niat berubah dengan bertobat. Tidak mustahil ulat menjadi kupu, nista menjadi mulia. Allah Maha Rahman, tidak pendendam. Allah akan mengampuni semua dosa jika mau bertobat dan mendekat.”

Pesan dari ulama asal Bangil, Pasuruan ini menjadi pengingat menyejukkan pada hari Minggu ini, bahwa seburuk apa pun masa lalu seseorang, kesempatan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang mulia dan dicintai Allah selalu terbuka lebar melalui pintu tobat yang tulus.

(SNA/Red)

47 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →