Abuyya M. Hasan Syaibah Ajak Umat Islam Tebalkan Rasa Syukur atas Nikmat Iman dan Islam

Admin · 8 Jun 2026, 08:07 WIB · 25 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah Ajak Umat Islam Tebalkan Rasa Syukur atas Nikmat Iman dan Islam

PASURUAN – (java66news.com) Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Arrahmah Al Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, mengajak seluruh umat Islam untuk terus mempertebal rasa syukur atas segala limpahan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Pesan mendalam tersebut disampaikan beliau pada Senin (8/6/2026). Beliau mengutip potongan ayat suci Al-Qur’an, “Wa in ta’uddu ni’matallahi la tuhsuha” (Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya).

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, sedetail apa pun manusia mencoba menelisik nikmat Allah, mereka pasti tidak akan pernah bisa menghitungnya. Hal ini dikarenakan begitu banyak, besar, luas, dan masifnya nikmat yang diterima manusia setiap detiknya.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Namun sayangnya, nikmat Allah yang kita terima terkadang dianggap sebagai hal biasa sehingga luput dari rasa syukur. Coba bayangkan, berapa mahalnya oksigen yang kita hirup, umur yang berkah, kesehatan, sekujur badan yang sehat, serta kesempatan hidup yang masih diberikan,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.

Beliau juga menekankan bahwa nikmat terbesar yang tiada tandingannya adalah nikmat iman dan Islam. Kedua nikmat inilah yang kelak menjadi penyelamat manusia dari pertanggungjawaban di akhirat.

Sebuah Refleksi Diri

Lebih lanjut, Abuyya M. Hasan Syaibah melontarkan beberapa pertanyaan reflektif untuk merenungkan sejauh mana rasa syukur yang telah diwujudkan oleh umat manusia.

Sudah setarakah antara rasa syukur kita dengan nikmat yang kita terima?

Berapa kali dalam sehari lisan kita mengucapkan syukur?

Tidak takutkah kita jika nikmat-nikmat tersebut dicabut oleh Allah?

Beliau memperingatkan bahwa salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah hamba yang lisan dan hatinya kering dari rasa syukur. Bahkan, ia mengingatkan agar manusia tidak sampai diusir dari bumi Allah akibat kekufurannya.

Pentingnya Membiasakan Syukur

Menutup petuahnya, Abuyya M. Hasan Syaibah mengajak masyarakat untuk belajar selalu bersyukur dalam keadaan apa pun. Menurutnya, jika lisan dan hati tidak dibiasakan bersyukur, maka sebanyak apa pun nikmat yang didapat, seseorang tidak akan pernah merasa cukup.

“Rezeki Allah itu sangatlah luas, yang sempit itu adalah rasa syukurnya. Dari hal kecil yang disyukuri akan menjadi besar, sedangkan nikmat yang besar namun kerontang dari rasa syukur, kelak akan dicabut dan dibuang. Maka dari itu, bersyukurlah,” pungkasnya. (J66/Red)

25 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →