Gempa M 7,7 Guncang Flores: Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat

Admin · 16 Agu 2026, 14:03 WIB · 45 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Gempa M 7,7 Guncang Flores: Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat

LABUAN BAJO, java66news.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menginstruksikan delapan langkah strategis penanganan darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Arahan tegas tersebut disampaikan Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama jajaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026). Delapan titik fokus instruksi ini wajib segera dieksekusi guna memacu percepatan evakuasi, pemenuhan kebutuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak.

Delapan Fokus Langkah Strategis Penanganan Darurat

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Penetapan Status Darurat Resmi

BNPB mendorong Pemerintah Provinsi NTT dan enam pemerintah kabupaten terdampak parah (Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka) untuk segera menerbitkan surat keputusan status darurat resmi. Kepastian hukum ini menjadi payung penting bagi BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan instansi teknis lainnya untuk menyalurkan dukungan anggaran dan bantuan secara maksimal.

“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal,” tegas Suharyanto.

Pembentukan Pos Satuan Tugas (Posko) Daerah

Percepatan pembentukan Posko Kedaruratan di tingkat kabupaten hingga provinsi. Kepala daerah diimbau menunjuk Komandan Satuan TNI/Polri setempat sebagai Komandan Satgas Terintegrasi agar penataan pengungsi dan distribusi logistik berada dalam satu komando taktis.

Pengoperasian Posko Utama & Posko Taktis Pendampingan Nasional

BNPB mendirikan dua titik posko pendampingan pusat di Flores, yaitu Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo (menjangkau wilayah Flores bagian barat) dan Posko Taktis di Maumere (melayani Kabupaten Sikka, Nagekeo, dan Ngada di Flores bagian timur).

Pengoperasian Posko Logistik Nasional Halim Perdanakusuma

Membuka Posko Logistik Nasional terpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pos ini bertugas menampung bantuan dari kementerian, BUMN, swasta, maupun masyarakat luas untuk disalurkan langsung melalui jalur udara ke titik penerimaan di Flores.

Operasi SAR Terpadu di Bawah Komando Basarnas

Seluruh tim pencarian dan pertolongan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan relawan diinstruksikan berkoordinasi sepenuhnya di bawah kepemimpinan Basarnas guna memacu penyisiran reruntuhan dan memastikan tidak ada korban yang tertimbun.

Pemulihan Layanan Vital dan Pendataan Rumah Paralel

Pemulihan fasilitas publik utama seperti jaringan listrik, air bersih, BBM, dan komunikasi ditargetkan beroperasi normal terbatas dalam tempo 7 hari. BNPB meminta pendataan rumah rusak dilakukan secara paralel tanpa menunggu masa tanggap darurat selesai agar pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dapat langsung dieksekusi.

Pengerahan Alutsista Lintas Lembaga

Mengerahkan alutsista udara dan laut untuk menembus titik-titik terisolasi. Armada yang diterjunkan meliputi 4 helikopter dan kapal laut milik TNI, kapal laut dan pesawat Basarnas, serta 2 pesawat sayap lebar (fixed-wing) dan 1 helikopter milik BNPB.

Pengoperasian Media Center Resmi Harian

Mengoperasikan Media Center resmi yang menggelar press briefing rutin setiap sore pukul 17.00 WITA. Hal ini ditujukan untuk menjamin transparansi data harian (day-to-day) sekaligus menangkal simpang siur informasi dan disinformasi di tengah masyarakat.

“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi,” tutup Kepala BNPB. (Ebs/Red)

45 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *