Halaqah Kebangsaan di MPR RI, KH Ma’ruf Amin Paparkan Dua Dimensi Utama Perjuangan NU

Admin · 9 Agu 2026, 08:09 WIB · 34 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Halaqah Kebangsaan di MPR RI, KH Ma’ruf Amin Paparkan Dua Dimensi Utama Perjuangan NU

JAKARTA, java66news.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) KH. Ma’ruf Amin, menegaskan pentingnya penguatan moderasi beragama, keumatan, dan kebangsaan dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Dalam pemaparannya, KH. Ma’ruf Amin menguraikan dua dimensi utama perjuangan NU dalam menjaga dan membangun umat. Pertama, Hifz al-Ummah, yaitu menjaga pemikiran umat agar tetap berada pada koridor Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta membentengi masyarakat dari pemikiran yang keluar dari prinsip Islam moderat.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dimensi kedua adalah Taqwiyat al-Ummah, yakni upaya penguatan umat di pelbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi. KH. Ma’ruf Amin mencontohkan rekam jejak sejarah gerakan Nahdlatut Tujjar sebagai landasan penting penguatan ekonomi warga Nahdliyin menuju kemandirian.

Selain dimensi keumatan, alumni Pesantren Tebuireng tersebut menyoroti dimensi kebangsaan yang melekat kuat pada sejarah NU. Semangat cinta tanah air diwujudkan melalui sejarah lahirnya Syubbanul Wathan, Nahdlatul Wathan, hingga peristiwa bersejarah Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Mengenai kepemimpinan di tubuh organisasi, ia menekankan pentingnya karakter ishlah bagi para pemimpin NU, yakni kemampuan melakukan perbaikan, melerai perbedaan, serta menghadirkan kedamaian. Pemimpin NU dinilai harus selalu mendahulukan kemaslahatan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Penguatan NU juga dinilai perlu berlandaskan bashirah atau kecerdasan dan keluasan pengetahuan. Hal ini bertujuan agar pembangunan organisasi tidak sekadar berfokus pada kuantitas jumlah anggota, melainkan pada peningkatan kualitas kader.

Pada kesempatan yang sama, KH. Ma’ruf Amin membagikan kisah perjalanannya dari seorang santri hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai bentuk keberkahan dan karomah dari pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) ini, seluruh warga dan kader NU diajak untuk terus memperkuat fondasi keilmuan, sanad, serta prinsip tawasuth (moderasi) demi kemajuan bangsa dan negara.(Ham/Red)

34 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →