Pentingnya Tajwid dan Tatakrama Saat Membaca Al-Qur’an serta Berselawat Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah

Admin · 19 Agu 2026, 17:52 WIB · 55 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pentingnya Tajwid dan Tatakrama Saat Membaca Al-Qur’an serta Berselawat Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah

PASURUAN, java66news.com – Membaca Al-Qur’an dan melantunkan selawat memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Namun, keindahan dan kedamaian dari ibadah tersebut hanya dapat dirasakan secara utuh apabila dilakukan sesuai dengan tata cara (tajwid) dan adab yang benar.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, saat memberikan keterangan kepada java66news.com pada Rabu (19/8/2026).

Abuyya M. Hasan Syaibah mengibaratkan pembacaan Al-Qur’an seperti menyantap hidangan. Selezat apa pun menu makanan atau jajanan, apabila cara menyantapnya tidak sesuai dengan prosedur (SOP) dan tata cara yang benar, makanan tersebut akan kehilangan kelezatannya serta tidak dapat dinikmati.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Demikian halnya dengan membaca Al-Qur’an. Kalam Allah yang aslinya begitu indah, menyejukkan, dan membuat merinding pendengarnya, akan kehilangan makna dan rasanya jika dibaca tidak sesuai dengan standar tajwidnya,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Beliau juga mengingatkan agar umat Islam tidak tergesa-gesa atau diburu waktu sekadar demi mengejar target cepat khatam. Membaca Al-Qur’an secara terburu-buru justru dapat menghilangkan keindahan bacaan dan membuat orang yang mendengarkannya menjadi bosan.

Makna Mendalam Al-Qur’an dan Selawat

Selain Al-Qur’an, Abuyya M. Hasan Syaibah menekankan pentingnya meresapi keindahan dalam berselawat memuji Rasulullah SAW. Menurut beliau, jika seseorang mengetahui rahasia di balik selawat, rasa bosan tidak akan pernah muncul.

“Bacalah Al-Qur’an dan berselawatlah dengan benar. Resapi, rasakan, dan nikmati meskipun tidak mengerti artinya. Kedamaian pasti dirasakan karena Al-Qur’an dan selawat membawa aura atau suasana tersendiri yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengetahui tata cara dan tatakramanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan hakikat dari kedua ibadah tersebut:

Membaca Al-Qur’an pada hakikatnya adalah berbicara dan berzikir langsung kepada Allah SWT.

Berselawat berisi ungkapan rindu dan cinta kepada Rasulullah SAW, di mana tidak ada kebahagiaan yang lebih besar kecuali dapat bertemu dengan sosok yang dicintai tersebut.(SNA/Ebs)

55 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *