Pesan Penting dari Bangil Pasuruan: Abuyya M. Hasan Syaibah Ingatkan Jemaah Haji dan Umrah Jaga Kesucian Hati

Admin · 31 Jul 2026, 20:46 WIB · 28 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Penting dari Bangil Pasuruan: Abuyya M. Hasan Syaibah Ingatkan Jemaah Haji dan Umrah Jaga Kesucian Hati

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan wejangan mendalam bagi umat Islam yang hendak maupun sedang menunaikan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci Makkah dan Madinah.

Dalam pesan yang disampaikan pada Jumat (31/7/2026), beliau menegaskan bahwa kesucian hati merupakan modal utama dan hal paling mendasar yang harus dipersiapkan oleh setiap jemaah sebelum menginjakkan kaki di baitullah.

“Jika ditakdirkan berhaji atau umrah ke Tanah Suci, hal utama yang harus diutamakan dan dipersiapkan adalah kesucian hati. Jangan ada sedikit pun tersisa penyakit hati, apalagi suuzan (berprasangka buruk),” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Beliau berpesan agar para jemaah menanamkan pikiran positif dengan menganggap semua manusia yang ditemui di sana sebagai ahli surga. Menurutnya, perasaan ini sangat krusial untuk memuluskan perjalanan ibadah. Mengingat di Tanah Suci, jemaah akan bertemu dengan jutaan manusia dari berbagai ras, etnik, budaya, dan tradisi dari seluruh penjuru dunia.

“Di sinilah peran hati yang suci dibutuhkan. Jika tidak, hati akan mudah goyang hingga kadang tanpa terasa muncul suuzan lewat lisan yang tidak terkendali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abuyya M. Hasan Syaibah mengingatkan amanat Allah SWT bagi orang yang berhaji dan umrah untuk menjauhi tiga hal merusak, yaitu rafats, fusuq, dan jidal.

Rafats: Mengeluarkan ucapan saru, kotor, atau yang menjurus pada hal-hal pornografi/syahwat.

Fusuq: Berbuat jelek atau maksiat, sekecil apa pun perbuatan tersebut.

Jidal: Berdebat atau bertengkar, meskipun berada di pihak yang benar sekalipun.

Beliau memperingatkan bahwa ketiga unsur ini kerap menjadi jebakan yang sering tidak disadari oleh para jemaah saat beribadah. Jika dilanggar, dampaknya akan langsung merusak kualitas ibadah itu sendiri.

“Sebab jika dilanggar, akan berdampak pada kualitas ibadah itu sendiri. Sebagaimana puasa yang tidak berpahala dan hanya mendapat lapar serta dahaga karena tubuhnya tidak ikut berpuasa,” pungkasnya secara bijak.

Pesan spiritual dari ulama asal Bangil, Pasuruan ini diharapkan dapat menjadi panduan batin bagi seluruh jemaah agar meraih ibadah yang mabrur dan maqbul selama berada di Tanah Suci.(SNA/Red)

28 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →