Kemenag Perkuat Pesantren Ramah Anak di Jatim, Pasuruan Turut Hadir Rumuskan Pencegahan Kekerasan

Admin · 23 Jul 2026, 14:07 WIB · 26 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Kemenag Perkuat Pesantren Ramah Anak di Jatim, Pasuruan Turut Hadir Rumuskan Pencegahan Kekerasan

GRESIK — java66news.com Upaya menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terus diperkuat. Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Implementasi Pesantren Ramah Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren” di Hotel Santika Gresik, Jawa Timur.

Agenda strategis yang berlangsung selama tiga hari pada 22–24 Juni 2026 ini menghadirkan para pemangku kepentingan kunci dalam dunia pendidikan Islam. Peserta yang hadir meliputi Kepala Kantor Kemenag dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur serta para pengasuh pondok pesantren. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan turut hadir dalam acara tersebut yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), H. Sugiono, S.H.I.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesdirjen Pendis) Kemenag RI untuk memberikan pengarahan strategis terkait komitmen pemerintah dalam menjaga ekosistem pesantren yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Tiga Pilar Penting Penguatan Pesantren

Dalam arahannya, Sesdirjen Pendis menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan nilai-nilai kultural pesantren untuk mewujudkan lingkungan ramah anak. Ia memaparkan tiga poin utama yang menjadi fondasi keberhasilan program:

Kedisiplinan Sistemik dan Operasional

Kedisiplinan tidak hanya ditujukan kepada para santri, tetapi juga harus diterapkan oleh seluruh jajaran pengasuh, pendidik, dan pengelola lembaga. Penegakan standar operasional prosedur (SOP) perlindungan anak di pesantren harus dijalankan secara konsisten tanpa kompromi.

Menjaga Martabat Semua Pihak

Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan merupakan bagian fundamental dari upaya menjaga martabat kemanusiaan. Lingkungan pesantren harus menjadi ruang di mana hak-hak anak dihormati dan kehormatan seluruh civitas akademika terjaga dengan baik.

Keteladanan dari Para Pemimpin Pesantren

Tokoh agama dan pengasuh pesantren memegang peranan sentral sebagai role model. Nilai-nilai kasih sayang, perlindungan, dan penghormatan kepada anak harus tercermin secara nyata dalam perilaku sehari-hari para pendidik dan pengasuh.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Karena itu, menjaga martabat santri dan memastikan mereka belajar di lingkungan yang aman adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.

Komitmen Bersama untuk Pesantren Masa Depan

Melalui forum intensif ini, para peserta dibekali materi pemetaan risiko, penyusunan mekanisme pengaduan yang aman bagi santri, serta langkah perumusan kebijakan pesantren ramah anak secara berkelanjutan.

Di sela-sela kegiatan, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Pasuruan, H. Sugiono, S.H.I., menyampaikan pandangannya mengenai implementasi program ini di daerah. Menurutnya, sinergi dan langkah preventif harus segera diperkuat demi masa depan para santri, khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Kami di Kabupaten Pasuruan berkomitmen penuh untuk mengawal hasil dari pertemuan ini. Sosialisasi dan asistensi ke pondok-pondok pesantren akan terus ditingkatkan agar instrumen perlindungan anak, mulai dari SOP hingga kanal pengaduan yang aman, benar-benar berjalan di lapangan. Lingkungan pesantren harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi santri untuk menuntut ilmu,” ujar H. Sugiono, S.H.I.

Kehadiran perwakilan Kemenag Kabupaten Pasuruan dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi di tingkat daerah. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama para pengasuh pesantren di lapangan agar potensi tindak kekerasan seksual maupun bentuk kekerasan lainnya dapat dicegah sedini mungkin di seluruh wilayah Jawa Timur.(J66/Red)

26 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →