PASURUAN java66news.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Sukorejo kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka perselisihan keluarga dan perceraian sejak dini. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah Angkatan XV yang diikuti oleh 18 pasangan calon pengantin di Kantor KUA Sukorejo pada Selasa (21/7/2026).
Acara strategis ini dibuka oleh Imam Khoiri, S.H., selaku Penghulu KUA Sukorejo yang hadir mewakili Kepala KUA Sukorejo, Dr. (C) H. Abdul Basit, S.Ag., M.A. Dalam sambutan pembukanya, Imam menekankan bahwa Bimwin bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting bagi calon pengantin.
“Bimbingan perkawinan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan yang memadai untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujar Imam Khoiri di hadapan belasan pasang peserta.

Rangkaian acara yang dipandu secara dinamis oleh Suud, M.Pd. selaku pembawa acara ini, menghadirkan dua sesi materi esensial:
Sesi Pertama (“Keluarga Sakinah”): Disampaikan oleh H. Kholilur Rohman, S.Pd.I. Ia memaparkan bahwa pilar utama keluarga sakinah dibangun di atas landasan keimanan yang kokoh, sikap saling menghormati, komunikasi yang intens, serta komitmen kuat untuk menjalankan hak dan kewajiban masing-masing.
Sesi Kedua (“Relasi Keluarga Harmonis”): Dipaparkan oleh Chaudio Achmad Salju Sodar, S.H. Materi ini mengupas tuntas teknik membangun hubungan yang sehat antara suami dan istri lewat komunikasi terbuka, sikap saling mendukung, serta penyelesaian konflik melalui musyawarah penuh kasih sayang.
Agenda pembekalan yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme tersebut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh MF. Syaifuddin Adnan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Sukorejo, Dr. (C) H. Abdul Basit, S.Ag., M.A., memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan program berkala ini. Ia menegaskan bahwa Bimwin merupakan bagian dari program prioritas KUA Pusaka untuk meningkatkan kualitas ketahanan keluarga di wilayah Sukorejo.
“Kami berharap ilmu, wawasan, dan bekal praktis yang diperoleh selama bimbingan ini benar-benar menjadi pedoman nyata bagi para calon pengantin. Target kami adalah lahirnya keluarga-keluarga baru yang kokoh, harmonis, dan mampu menjadi teladan positif di tengah masyarakat,” pungkas H. Abdul Basit.(J66/Red)
