Abuyya M. Hasan Syaibah Ingatkan Bahaya Kebencian dan Cinta Buta yang Merusak Akal Sehat

Admin · 13 Agu 2026, 22:23 WIB · 25 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah Ingatkan Bahaya Kebencian dan Cinta Buta yang Merusak Akal Sehat

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan nasihat mendalam mengenai pentingnya mengendalikan emosi dan menjaga kesadaran dalam mengelola perasaan cinta maupun benci.

Kepada redaksi java66news.com, Abuyya M. Hasan Syaibah menjelaskan bahwa terdapat dua hal yang memiliki ego sangat kuat hingga sulit dikalahkan dan sering kali membuat seseorang enggan mengalah, yakni Benci dan Cinta.

“Ada dua hal yang egonya sangat kuat hingga sulit dikalahkan atau tidak mau mengalah. Semua dilawan, bahkan orang tua, guru, apalagi teman dan sahabat. Seolah-olah semuanya tidak berarti apa-apa,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dampak Ego Kebencian dan Cinta Berlebihan

Menurutnya, ketika perasaan benci atau cinta sudah melampaui batas, nasihat sebaik apa pun hanya akan berlalu tanpa dihiraukan. Bahkan, tidak jarang seseorang justru melawan nasihat baik tersebut karena tidak lagi mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Mata hati menjadi buta, telinga tuli, hatinya mati, dan akal sehatnya tidak berfungsi. Kondisi ini sangat pantas dikatakan gila,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abuyya merincikan bagaimana kedua sifat tersebut dapat merusak pandangan seseorang:

Kebencian yang Berat: Membutakan mata hati hingga tidak ada lagi kebaikan yang terlihat pada diri orang yang dibenci.

Cinta yang Berlebihan: Membuat seseorang nyaris tidak melihat cela atau kekurangan pada sosok yang dicintainya.

“Hakikatnya, hati orang yang terjebak dalam cinta atau benci berlebihan itu sama-sama sakit, dan dokter mana pun tidak ada yang sanggup mengobatinya,” tegasnya.

Pentingnya Memiliki Standar dalam Mencintai dan Membenci

Sebagai solusi moral dan spiritual, Abuyya M. Hasan Syaibah mengimbau masyarakat untuk senantiasa bersikap wajar dan berpatokan pada ajaran agama dalam menyikapi segala sesuatu.

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT Mahakuasa untuk membolak-balikkan hati manusia—mengubah kebencian menjadi cinta, maupun sebaliknya. Oleh karena itu, standar utama dalam mencintai atau membenci harus disandarkan pada ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Cintailah apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, jika Allah dan Rasul-Nya membenci sesuatu, maka tidak patut bagi kita untuk mencintainya. Dan jika Allah dan Rasul-Nya mencintai sesuatu, maka tidak patut untuk kita benci. Itulah standar BENCI dan CINTA yang sebenarnya,” papar beliau.

Mengakhiri penjelasannya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut berpesan agar setiap individu dapat menjaga dan menyayangi hatinya sendiri dengan tidak terjebak dalam perasaan buta tanpa dasar.

“Jangan memberikan cinta dan bencimu kepada orang yang tidak tepat,” pungkasnya. (SNA/Ebs)

25 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →