Abuyya M. Hasan Syaibah: Menghargai Guru Ngaji dengan Layak adalah Wujud Keikhlasan Profesional

Admin · 1 Agu 2026, 08:54 WIB · 73 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah: Menghargai Guru Ngaji dengan Layak adalah Wujud Keikhlasan Profesional

PASURUAN, java66news.com – Cara berpikir masyarakat yang mengidentikkan “keikhlasan guru ngaji” dengan bayaran murah atau seadanya mendapat kritik tajam dari Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah. Beliau menegaskan bahwa mengaitkan kenaikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dengan hilangnya keikhlasan mengajar adalah pandangan yang keliru.

Kepada redaksi java66news.com pada Sabtu (1/8/2026), Abuyya Hasan memberikan komparasi yang menohok terkait realitas sosial saat ini. Beliau menyoroti bagaimana sebagian masyarakat rela mengeluarkan biaya besar untuk hal-hal non-keagamaan, namun pelit ketika berinvestasi untuk pendidikan Al-Qur’an anak-anak mereka.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Tahukah Anda, les privat untuk melatih anjing agar lebih pintar dan berkualitas itu datanya valid berkisar Rp8 juta. Lalu, berapa SPP santri yang belajar mengaji? Akankah kehormatan Al-Qur’an dikalahkan oleh hal seperti itu? Tidakkah malu kepada Allah jika SPP ngaji masih kalah dengan biaya untuk hewan?” ujar Abuyya Hasan dengan nada retoris.

Beliau memaparkan bahwa nilai Al-Qur’an pada hakikatnya terlalu berharga, bahkan tidak ternilai dengan materi. Oleh karena itu, besaran nominal SPP—bahkan jika nilainya di atas Rp8 juta sekalipun—tidak akan pernah menghapus pahala besar dari mengajar Al-Qur’an.

Bagi wali santri yang memiliki kemampuan finansial lebih, Abuyya Hasan mengimbau untuk tidak ragu memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan agama anak mereka. Menghargai institusi dan pengajar Al-Qur’an dengan layak justru merupakan cerminan dari sikap profesional.

“Ingat, Allah itu Jamil (Maha Indah), tidak menyukai sesuatu yang tidak indah atau tidak terkonsep dengan baik. Ikhlas itu artinya profesional, bukan bekerja seadanya tanpa konsep dan program yang jelas. Buktikan hasilnya, muliakan dan mahalkan SPP-nya. Itulah wujud keikhlasan yang profesional,” tegasnya menutup wawancara.

Melalui momentum ini, Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil mengajak masyarakat luas, khususnya para orang tua, untuk mengubah pola pikir lama demi mengangkat marwah pendidikan Al-Qur’an dan kesejahteraan para guru ngaji di era modern. (SNA/Red)

73 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →