Pesan Sejuk Abuyya M. Hasan Syaibah Bangil: Berislam Itu Simpel, Cukup Ikuti Rasulullah dan Orang-Orang Shalih

Admin · 15 Jun 2026, 12:54 WIB · 66 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Sejuk Abuyya M. Hasan Syaibah Bangil: Berislam Itu Simpel, Cukup Ikuti Rasulullah dan Orang-Orang Shalih

PASURUAN, (java66news.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan sebuah tausiyah mendalam mengenai hakikat beragama yang lurus dan penuh keberkahan. Kepada redaksi java66news.com pada Senin (15/6/2026), beliau mengingatkan umat Islam agar tidak mempersulit diri dalam menjalankan syariat agama.

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, esensi dari beragama Islam sebenarnya sangat sederhana, yaitu didasari oleh rasa cinta kepada Allah SWT yang diwujudkan dengan mengikuti petunjuk Nabi Muhammad SAW. Beliau mengutip penggalan ayat suci Al-Qur’an:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱtَّبِعُونِى

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Katakanlah (wahai Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu.”

Hakikat Beragama adalah Pasrah dan Patuh

Abuyya menjelaskan bahwa jalan untuk dicintai oleh Allah SWT sudah sangat jelas, yaitu cukup dengan mengikuti Rasulullah SAW. Beliau menyayangkan kecenderungan sebagian orang yang terlalu banyak mempertanyakan hal-hal yang tidak perlu, sehingga justru membuat ibadah terasa berat bagi diri mereka sendiri.

“Berislam aslinya sesimpel itu. Hanya karena kebanyakan tanya hingga membuat sulit dirinya sendiri. Beragama itu hakikatnya harus berpasrah, harus patuh seratus persen tanpa lagi berpikir logikakah atau tidak,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.

Meneladani Tradisi Orang Shalih: Kisah Minum Susu di Awal Muharram

Untuk memperjelas konsep kepatuhan dan tabarruk (mencari berkah) ini, Abuyya memberikan sebuah contoh nyata yang tertuang dalam gambar image.png. Beliau menceritakan tradisi yang dilakukan oleh ulama besar, Asayyid Muhammad al-Maliki, yang selalu meminumkan susu kepada para santrinya pada setiap tanggal 1 Muharram.

“Padahal jika dilihat di Al-Qur’an, hadis, dan kitab lainnya, (perintah eksplisit) itu tidak ada. Tetapi melakukan apa yang dilakukan orang yang diridhoi Allah, pasti ada berkahnya,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa amalan meminum susu di awal tahun baru Islam tersebut merupakan bentuk tafaa’ulan—sebuah harapan baik agar jiwa umat Islam senantiasa bersih dan putih bersih bak air susu di tahun yang baru.

Bukti Cinta Kepada Dzurriyah Rasul

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah ini mengajak umat Islam untuk tidak ragu meniru rekam jejak para kekasih Allah, terutama mereka yang merupakan keturunan suci atau dzurriyah Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita minum susu demi mengikuti jejak orang shalih dengan berdoa ‘Allohumma barik lana fihi wa zidna minhu’ sebagai bukti rasa cinta kepada dzurriyah Rasul. Apalagi beliau (Asayyid Muhammad al-Maliki) dari sisi keilmuan dan ketersambungan nasab tidak diragukan keabsahannya. Dengan mencintainya, di sinilah saat yang tepat untuk membuktikannya,” pungkas Abuyya. (J66/Red)

66 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →