PASURUAN (java66news.com) – Suasana halaman SDN Ngadirejo I Tutur tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah siswa berdiri tegap dengan penuh konsentrasi mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Di bawah terik matahari, mereka antusias berlatih gerakan baris-berbaris sekaligus mempersiapkan diri menjadi petugas upacara sekolah.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Ngadirejo, Sertu Suyanto. Dengan penuh kesabaran dan ketegasan, Sertu Suyanto melatih para siswa agar mampu menjalankan tugas upacara dengan baik, mulai dari sikap sempurna, penghormatan, langkah tegap, hingga koordinasi antarpetugas.

Latihan ini tidak hanya berorientasi pada kesempurnaan gerakan. Di balik setiap aba-aba yang diberikan, terselip pembelajaran karakter yang sangat penting bagi para siswa.
“Siap!” terdengar lantang suara para siswa ketika menerima instruksi dari pelatih. Satu per satu gerakan terus diulang. Ketika masih terdapat kekeliruan, siswa kembali diarahkan dan diberi kesempatan untuk memperbaikinya dengan semangat yang kian berlipat.
Bagi pihak sekolah, kegiatan tersebut menjadi bagian krusial dalam membangun karakter peserta didik. Menjadi petugas upacara bukan sekadar berdiri di depan teman-teman, melainkan sebuah kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan disiplin, percaya diri, serta penuh kesungguhan.

Kehadiran Sertu Suyanto juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Sosok Babinsa yang dekat dengan masyarakat ini hadir langsung di lingkungan sekolah untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda. Melalui latihan tersebut, siswa belajar bahwa tugas akan terlaksana dengan baik apabila didasari oleh kedisiplinan, kerja sama, ketelitian, keberanian, dan latihan yang konsisten.
Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan yang diberikan oleh Babinsa Desa Ngadirejo. Sinergi antara sekolah dan TNI ini diharapkan terus terjalin erat sebagai bagian dari upaya bersama membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Suyanto yang telah meluangkan waktu untuk melatih anak-anak. Bagi kami, latihan ini bukan hanya tentang bagaimana menjadi petugas upacara yang baik, tetapi juga bagaimana menanamkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan rasa cinta tanah air sejak dini,” ungkap Risdiyan Tri Wahyudi.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi multipihak. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri; dukungan TNI, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi anak-anak.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, para siswa diharapkan semakin percaya diri untuk tampil sebagai petugas upacara. Mereka tidak hanya belajar mengibarkan Sang Merah Putih dan menjalankan rangkaian tata upacara, tetapi juga belajar memaknai nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, dan pengabdian.
Dari halaman sederhana SDN Ngadirejo I Tutur, semangat itu terus ditanamkan. Hari ini mereka belajar menjadi petugas upacara, esok mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu berdiri tegap menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan nyata dan pengalaman langsung ini, ketegasan Sertu Suyanto yang berpadu dengan semangat para siswa menjadi sebuah proses pendidikan yang bermakna besar. SDN Ngadirejo I Tutur pun terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa berkarakter, disiplin, nasionalis, percaya diri, dan bertanggung jawab. (J66/Red)
