Abuyya M. Hasan Syaibah: Waspadai Karakter ‘Kedasih’, Ujian Kesabaran bagi Orang Berakal

Admin · 3 Mei 2026, 13:15 WIB · 26 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah: Waspadai Karakter ‘Kedasih’, Ujian Kesabaran bagi Orang Berakal

PASURUAN – (java66news.com) Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pesan mendalam mengenai fenomena alam yang menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia. Dalam tuturan eksklusifnya kepada redaksi java66news.com, beliau menyoroti karakter burung Kedasih sebagai simbol watak yang sulit menerima kebaikan.

Abuyya menjelaskan betapa kuasa Allah SWT menciptakan makhluk dengan berbagai karakteristik, termasuk burung Kedasih yang sejak lahir sudah menunjukkan insting yang agresif terhadap sesamanya.

“Badannya masih lemah, bulunya belum keluar, matanya masih terpejam, makan pun masih bergantung pada induknya. Tetapi sifat karakternya sudah jahat, serakah, bahkan sesama saudaranya yang masih dalam satu sarang hendak dijatuhkan agar bisa leluasa hidup sendiri tanpa ada yang mengganggu,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Filosofi Karakter ‘Sengkuni’

Menurut beliau, fenomena ini adalah tanda bagi manusia bahwa tidak semua ajakan baik akan serta-merta diikuti. Allah SWT sengaja menciptakan perbandingan agar manusia belajar bahwa ada watak yang memang menolak kebenaran sejak lahir—sebuah karakter yang beliau sebut dengan istilah “Cengkal Kruat”.

Menolak Nasehat: Karakter seperti ini tidak akan mengikuti arahan baik, bahkan seringkali menjadi batu sandungan atau provokator.

Watak Sengkuni: Abuyya mengibaratkan karakter ini dengan sosok Sengkuni yang memiliki sifat merusak dan menghalalkan segala cara.

Prinsip Mengalah: Beliau mengingatkan pepatah Jawa, “Sing waras sing ngalah” (yang waras yang mengalah), karena memberi nasehat kepada watak Kedasih seringkali sia-sia karena mereka tidak mengerti apa itu kebaikan.

Bumbu Kehidupan untuk Menguji Keikhlasan

Di akhir tuturannya, Abuyya M. Hasan Syaibah berpesan agar masyarakat tetap waspada namun tetap menjaga kejernihan hati. Munculnya karakter-karakter sulit di sekitar kita bukanlah tanpa alasan.

“Waspadalah… demikian pasti ada di setiap kebaikan sebagai bumbu sedap untuk menguji ikhlas dan kesabaran bagi mereka yang berakal sehat,” pungkas Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut.

Pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap teguh pada jalan kebaikan, meskipun harus berhadapan dengan karakter-karakter yang mencoba merusak atau menghalangi langkah positif kita.(Red)

26 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →