PASURUAN java66news.com – Komitmen dalam melestarikan bahasa daerah terus ditunjukkan oleh para pendidik di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Salah satu guru terbaik dari SDN Ngadirejo I Tutur, Dini Agustina, M.Pd., dipercaya menjadi perwakilan resmi Kecamatan Tutur dalam kegiatan Diseminasi Revitalisasi Bahasa Jawa bagi Guru Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Bidang Pendidikan Kecamatan Tutur, H. Sugiarto, M.MPd. Dalam sambutannya, H. Sugiarto menegaskan bahwa revitalisasi Bahasa Jawa merupakan langkah krusial untuk menjaga kelestarian bahasa ibu, sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai budaya lokal sejak dini.
Menjadi Agen Perubahan di Sekolah

Kepercayaan yang didelegasikan kepada Dini Agustina menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN Ngadirejo I Tutur. Sebagai pendidik yang aktif dalam pengembangan metode pembelajaran, Dini dinilai mampu menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Jawa yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan di lingkungan sekolah.
Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi diseminasi. Berbagai materi esensial dipaparkan secara interaktif, mulai dari strategi revitalisasi Bahasa Jawa, penguatan penggunaan bahasa di lingkungan sekolah, hingga berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Suasana diskusi yang hidup merefleksikan tingginya semangat para guru untuk meningkatkan kompetensi diri.
“Kami berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat didiseminasikan kembali kepada rekan-rekan sejawat, baik di internal sekolah maupun di tingkat gugus,” ujar Kepala SDN Ngadirejo I Tutur saat memberikan apresiasi atas capaian gurunya.
Penguatan Identitas Bangsa
Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar dan kondusif. Output dari kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih kontekstual, menarik, serta relevan dengan perkembangan zaman tanpa mereduksi nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Melalui diseminasi ini, spirit pelestarian bahasa dan budaya daerah diharapkan makin mengakar kuat. Target jangka panjangnya adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa Jawa secara baik dan benar, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian integral dari identitas bangsa Indonesia.(J66/Red)
