PASURUAN, (java66news.com) – Dalam upaya menghadapi tantangan zaman di era digital, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAI dengan tema *”Digitalisasi Pembelajaran: Inovasi Model Mengajar dan Asesmen Guru PAI untuk Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Siswa”*. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Lesehan Pak Majid, Senin (11/5/2026).
Hadir langsung untuk membuka acara, Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, **H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag** (yang akrab disapa Gus Shampton), didampingi Kasi PAIS H. Saiful Ali, S.Ag, M.PD, serta Ketua Pokjawas PAI, H. Kamiludin, S.Pd.I, MM.
### **Peserta Lintas Kecamatan**
Ketua Pokjawas PAI, **H. Kamiludin**, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pimpinan Kemenag dan narasumber ahli. Ia melaporkan bahwa workshop ini diikuti oleh **185 peserta** yang merupakan gabungan KKG PAI dari empat kecamatan, yaitu:
* Kecamatan Pandaan
* Kecamatan Prigen
* Kecamatan Sukorejo
* Kecamatan Beji
“Kami berharap para guru PAI dapat langsung mengimplementasikan materi digitalisasi ini dalam proses pembelajaran di kelas, agar kualitas pendidikan agama kita semakin relevan dengan kondisi siswa saat ini,” ujar H. Kamiludin.
### **Pesan Gus Shampton: Guru PAI Harus Jadi Magnet Kebahagiaan**
Dalam arahan strategisnya, **H. Achmad Shampton** menekankan pentingnya filosofi belajar bagi seorang pendidik. Mengutip sebuah pesan mendalam, ia menyatakan bahwa orang alim tidak boleh berhenti belajar.
> “Manusia terbagi menjadi tiga golongan: *Alim* (orang berilmu), *Muta’allimun* (pelajar), dan *Hamajun* (orang yang ikut-ikutan tanpa ilmu). Sebagai guru, kita harus terus meningkatkan kompetensi diri,” tegas Gus Shampton.
>
Lebih lanjut, beliau menitipkan beberapa poin penting bagi para peserta:
1. **Guru sebagai Leader:** Guru PAI harus mampu menjadi pemimpin di sekolah dan cerdas menyisipkan pesan keagamaan dalam setiap mata pelajaran.
2. **Sudut Pandang Spiritual:** Memandang murid sebagai makhluk Allah yang harus dibimbing dengan kasih sayang.
3. **Menciptakan Kebahagiaan:** Workshop ini harus menghasilkan inovasi yang membuat siswa merasa bahagia saat menerima pelajaran agama, bukan sebaliknya.
“Moral pendidikan keagamaan anak-anak kita bertumpu pada pundak Bapak/Ibu sekalian. Jangan pernah berhenti mengupgrade diri,” tambahnya.
### **Narasumber Pakar**
Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang mengupas tuntas sisi teknis digitalisasi dan metodologi, yaitu:
* **Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd** (UIN Sunan Ampel Surabaya) yang membedah inovasi model mengajar digital.
* **Dr. Ani Hidayati, M.Pd** (Widyaiswara BDK Surabaya) yang memberikan penguatan pada aspek asesmen pembelajaran modern.
Acara juga dihadiri oleh Korwil Cam Pandaan dan Ketua K3S Kecamatan Pandaan sebagai bentuk sinergi lintas sektoral dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pasuruan. (Red)
