Belajar dari Lionel Messi, Abuyya M. Hasan Syaibah: Sukses Itu Kerja Tim, Jangan Lupa Berterima Kasih

Admin · 20 Jul 2026, 14:03 WIB · 29 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Belajar dari Lionel Messi, Abuyya M. Hasan Syaibah: Sukses Itu Kerja Tim, Jangan Lupa Berterima Kasih

PASURUAN, java66news.com – Kehebatan seorang Lionel Messi di lapangan hijau memang tidak perlu diragukan lagi. Namun, di balik segudang prestasi dan trofi Piala Dunia yang berhasil diraihnya, ada satu pelajaran berharga tentang kerendahan hati dan arti sebuah kolaborasi.

Hal inilah yang disoroti oleh Abuyya M. Hasan Syaibah, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Kepada java66news.com pada Senin (20/7/2026), beliau membagikan pesan mendalam mengenai pentingnya menghargai peran orang lain dalam setiap kesuksesan yang kita raih.

Sefenomenal Apapun Kita, Kita Butuh Orang Lain

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, sefenomenal apa pun seorang Lionel Messi, ia tidak akan menjadi apa-apa tanpa adanya dukungan penuh dari teman satu tim, pelatih, dan manajemen yang solid. Bahkan, impian meraih trofi Piala Dunia pun bisa sirna seketika jika ia hanya berjuang sendirian.

“Kejadian tersebut bisa diambil hikmah bahwa prestasi apa pun yang kita raih itu berarti tidak didapat secara personal. Ternyata, banyak orang di belakang kita yang berjasa dalam mengantar raihan kesuksesan dan prestasi tersebut,” tutur Abuyya.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar siapa pun tidak menjadi pribadi yang sombong ketika berada di puncak kesuksesan. Sifat tahu diri dan berterima kasih kepada sesama adalah kunci utama dari manusia yang beradab.

Pentingnya Bersyukur dan Membalas Jasa Orang Tua serta Guru

Lebih lanjut, Abuyya juga mengutip sebuah hadis penting mengenai hubungan antara bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada sesama manusia:Artinya: “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”)

Beliau menekankan bahwa rasa syukur kepada Sang Pencipta belumlah sempurna jika kita masih menutup mata terhadap kebaikan orang-orang di sekitar kita, terutama orang tua dan guru.

Peran Orang Tua dan Guru: Sejauh mana dan semaksimal apa kita telah membalas jasa keduanya? Dari merekalah kita dibentuk hingga menjadi sosok yang mulia seperti sekarang.

Hakikat Manusia Beradab: Manusia yang sebenarnya adalah mereka yang bisa memanusiakan manusia. Seseorang tidak akan dikatakan sebagai manusia beradab jika bersikap masa bodoh atau melupakan orang-orang yang pernah berjasa dalam hidupnya.(J66/Red)

29 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →