Ingatkan Umat Tak Khawatir Masa Depan, Abuyya Hasan Syaibah: Manusia Cukup Berusaha, Allah yang Mengatur

Admin · 23 Jun 2026, 02:58 WIB · 54 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Ingatkan Umat Tak Khawatir Masa Depan, Abuyya Hasan Syaibah: Manusia Cukup Berusaha, Allah yang Mengatur

PASURUAN – (java66news.com) Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pesan mendalam mengenai esensi ketauhidan dan pentingnya berserah diri (tawakal) sepenuhnya kepada Allah SWT dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Pesan menyejukkan ini disampaikan langsung kepada redaksi java66news.com pada Senin (22/6/2026), sebagai refleksi bagi umat agar terhindar dari rasa khawatir yang berlebihan terhadap masa depan.

Kembali ke Tauhid: Menepis Kekhawatiran Duniawi. Abuyya M. Hasan Syaibah mengingatkan bahwa segala sesuatu yang dimiliki manusia di dunia ini—mulai dari anak, istri, harta, hingga keluarga—pada hakikatnya bermula dari ketiadaan. Sesuai dengan ketetapan Sang Pencipta, apa yang awalnya tidak ada kemudian dihadirkan di dunia, dan kelak pasti akan kembali tiada.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Oleh karena itu, beliau menekankan agar manusia tidak perlu merasa pusing, khawatir, atau takut yang berlebihan mengenai nasib orang-orang maupun harta yang nantinya akan ditinggalkan.

“Anak, istri, dan semua apa pun yang ditinggal, pasrahkan saja segalanya kepada Zat yang mengadakan segala yang tidak ada (Allah SWT). Tugas kita hanyalah merawat amanat yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya,” tutur Abuyya M. Hasan Syaibah.

Manusia Hanya Berikhtiar, Allah yang Menentukan

Beliau juga menyoroti fenomena masyarakat saat ini, di mana tidak sedikit orang yang berpikir terlalu jauh dan merasa mampu mengatasi segala persoalan hidupnya sendiri. Banyak yang mempersiapkan masa depan dengan sangat matang, namun seolah lupa bahwa setiap jengkal keberadaan manusia selalu berada di bawah pantauan dan pengaturan Sang Pencipta.

Abuyya mengajak umat untuk kembali kepada fondasi Tauhid. Beliau menjelaskan nilai-nilai tauhid secara mendalam:

Tuntunan dalam Kebaikan: Manusia dapat berbuat baik karena dituntun oleh Allah SWT.

Sumber Kenikmatan: Segala nikmat yang dirasakan di dunia ini murni datangnya dari Allah SWT.

Kekuatan Lahir Batin: Kemampuan manusia untuk menjauhi maksiat serta kekuatan untuk melaksanakan kebaikan merupakan pertolongan langsung dari Allah SWT, bukan semata-mata karena kecerdasan ilmu maupun kekuatan jasmani manusia.

Kunci Hati yang Tenteram dan Damai

Di akhir pesannya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah ini berpesan agar manusia tidak membebani diri dengan mencoba mengatur hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi urusan dan tanggungan Allah SWT. Manusia cukup fokus untuk berusaha (berikhtiar) secara maksimal, lalu memasrahkannya secara utuh.

“Percayalah semua ada yang mengatur. Jadi jangan terlalu mengatur apa yang menjadi tanggungan Allah. Cukup berusaha dan pasrahkan sepenuhnya kepada Allah, (maka) hatimu ringan, tenteram, damai tanpa ada khawatir,” pungkasnya.(J66/Red)

54 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →