PASURUAN – java66news.com Warga perumahan Insani Regency Bangil menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat di area Bundaran Blok H-I, Minggu (23/8/2026) malam.
Acara yang dimulai ba’da Maghrib tersebut dihadiri oleh ratusan jemaah dan warga setempat. Sebelum penyampaian tausiyah, suasana majelis terasa semakin syahdu dan penuh keberkahan dengan gema pembacaan shalawat Al-Banjari.
Peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan penceramah Al Habib Ali Zainal Abidin bin Husein Al Habsyi. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun bermasyarakat.

Al Habib Ali Zainal Abidin menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling baik terhadap pasangannya. Ia mengingatkan para suami untuk senantiasa memanggil istri dengan panggilan sanjungan yang mesra dan menghormati pasangan.
“Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk tidak bertengkar, apalagi sampai mengeluarkan kata-kata kasar kepada pasangan. Rumah tangga harus dibangun dengan kasih sayang dan kelembutan,” tutur Al Habib Ali Zainal Abidin.

Selain keharmonisan rumah tangga, beliau juga menegaskan kewajiban setiap muslim untuk menghormati tetangga, menjaga kerukunan, serta bersyukur atas segala nikmat Allah SWT. Beliau mengutip riwayat Imam Abu Hanifah yang menekankan pentingnya menghormati tetangga dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan ada sifat iri, dengki, atau hasut, apalagi sampai berbuat jahat kepada tetangga. Kita wajib memuliakan tetangga, bersikap sopan, dan murah senyum,” tambahnya. Beliau juga mengingatkan kepedulian sosial agar tidak ada warga yang tidur nyenyak dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.
Habib Ali menegaskan bahwa ikhtiar untuk senantiasa berbuat baik kepada istri dan tetangga merupakan jalan menuju kemakmuran serta sukses dunia dan akhirat. Amal saleh tersebut juga menjadi wasilah agar kelak diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah dan mampu mengucapkan kalimat syahadat di akhir hayat.
Sebagai bentuk apresiasi dan pemikat kebersamaan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize menarik bagi para hadirin yang beruntung. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memanfaatkan tradisi gotong royong warga yang mengumpulkan konsumsi nasi kotak secara swadaya. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. (Ebs/Puj)
