Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, Cargill Jalankan Program Terintegrasi di Jawa Timur

Admin · 26 Mei 2026, 19:16 WIB · 18 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, Cargill Jalankan Program Terintegrasi di Jawa Timur

JAKARTA, (java66news.com) – Dalam upaya mendukung prioritas pemerintah Indonesia terkait peningkatan gizi dan penurunan angka stunting, Cargill memperkuat komitmennya melalui berbagai program terintegrasi yang menyasar masyarakat di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI) terbaru dari Economist Impact yang didukung oleh Cargill, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor 66,52. Meski memiliki fondasi yang kuat dalam keterjangkauan pangan, terdapat celah pada ketersediaan dan ketahanan sistem pangan yang perlu diperkuat.
Yusuf Ronzy, Director, Plant Management, Food Southeast Asia, Australia and New Zealand Cargill, menegaskan bahwa akses terhadap gizi adalah fondasi utama kesejahteraan masyarakat.
“Kami menerjemahkan wawasan sistem pangan ke dalam program nyata berbasis masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional kami untuk meningkatkan akses edukasi dan layanan gizi,” ujar Yusuf.


Aksi Nyata di Gresik dan Pasuruan
Di Gresik, Cargill menginisiasi program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar yang mencakup enam desa. Program ini memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan kader kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT), serta edukasi mengenai kesehatan ibu, ASI, dan perkembangan anak usia dini.
Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan, fokus Cargill meliputi:
Layanan Kesehatan: Kemitraan dengan Puskesmas untuk menyediakan klinik kesehatan di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong, serta pemantauan kesehatan rutin bagi bayi, remaja, ibu hamil, hingga lansia. Akses Pangan Bergizi:Distribusi protein seperti telur, tempe, dan susu kedelai dari UMKM lokal kepada lebih dari 1.000 penerima manfaat sepanjang 2025.
Infrastruktur & Ekonomi: Pembangunan tujuh sumur dalam (deep-well) yang memberi manfaat bagi lebih dari 10.000 warga, serta pendampingan UMKM perempuan dalam legalitas usaha, sertifikasi halal, dan pemasaran digital.
Sudarti, Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, mengungkapkan bahwa pendampingan dari Cargill, mulai dari pengurusan NIB hingga pengembangan kemasan, telah membantu pelaku usaha lokal untuk lebih siap bersaing.
Dengan pengalaman selama 160 tahun, Cargill terus berkomitmen melakukan investasi pada solusi yang mendukung ketahanan pangan dan akses nutrisi berkelanjutan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan mitra terkait, kami bertujuan memperluas akses pangan bergizi demi menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan sehat,” pungkas Yusuf.(Red)

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami
18 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →