Abuyya M. Hasan Syaibah: Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Transaksi Materi

Admin · 3 Mei 2026, 13:37 WIB · 30 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah: Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Transaksi Materi

PASURUAN (java66news.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pesan mendalam terkait hakikat rezeki dan ketulusan dalam beribadah. Dalam tausiyahnya, ulama asal Pasuruan, Jawa Timur ini mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada pola pikir yang mengaitkan ketaatan agama semata-mata dengan keuntungan duniawi.

Abuyya menegaskan bahwa urusan rizki (rezeki) adalah jaminan mutlak dari Sang Pencipta. Selama seorang hamba masih diberikan napas kehidupan, maka hak rezekinya telah dijamin dan menjadi tanggung jawab Allah SWT sebagai Dzat yang menciptakan.

Ibadah adalah Penghambaan, Bukan Bisnis

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Abuyya M. Hasan Syaibah menyoroti fenomena di mana seseorang seringkali giat beribadah hanya ketika mengharapkan imbalan materi. Beliau menyatakan keprihatinannya jika ibadah yang suci justru dikerdilkan menjadi alat tukar untuk urusan dunia.

“Malu sekali jika urusan ibadah sedikit-sedikit dikaitkan dengan urusan rizki, seolah giatnya ibadah hanya karena urusan materi dunia,” pesan Abuyya dengan tegas.

Beliau mengajak umat untuk merenungkan kembali, kapan seorang hamba benar-benar bisa mencapai derajat Ikhlas jika setiap sujudnya masih dibayang-bayangi oleh ambisi harta.

Pelajaran dari Mereka yang Tidak Beribadah

Sebagai penguat logika spiritual, Abuyya menjelaskan bahwa secara hakikat, ibadah tidak memiliki kaitan linier dengan jumlah harta. Beliau memberikan perbandingan nyata mengenai orang-orang yang tidak beriman namun tetap mendapatkan kemakmuran materi.

“Andai ada (hubungannya), pasti yang tidak beribadah tidak mendapat setetes pun rizki. Bagaimana dengan orang kafir yang tidak pernah sujud ibadah? Toh, Allah tetap memberikan kehidupan,” jelasnya.

Pesan untuk Masyarakat

Pesan dari pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah ini menjadi pengingat penting di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Inti dari pesan tersebut adalah:

Rezeki adalah Kepastian: Sudah diatur dan diberikan secara paten selama nyawa dikandung badan.

Ibadah adalah Ketaatan: Dilakukan murni karena perintah Rabb, bukan karena mengejar pahala yang diukur dengan harta.

Abuyya berharap umat Muslim dapat kembali ke jalan penghambaan yang murni, di mana ibadah dilakukan sebagai bentuk syukur dan kewajiban hamba kepada Tuhannya, tanpa syarat-syarat materi yang membelenggu.(Red)

30 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →