SURABAYA, java66news.com – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional. Salah satu langkah nyatanya dibuktikan melalui pengawalan sukses atas kedatangan jajaran alat bongkar muat modern yang didatangkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) hingga akhir Juli 2026.
Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya besar Pelindo Group untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta kualitas layanan di area pelabuhan guna mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Adapun alat bongkar muat modern yang didatangkan meliputi 4 unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Selain itu, terdapat pula 2 unit QCC dan 4 unit RTG yang dialokasikan khusus untuk PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan.
Sebagai pilar utama dalam proses distribusi alat berat via jalur laut, Pelindo Marine mengemban peran krusial dalam memastikan kelancaran proses penundaan (towing) dan penyandaran (berthing) kapal pengangkut seluruh armada QCC dan RTG tersebut. Seluruh tahapan pemindahan, pembongkaran, hingga penempatan peralatan dipastikan berjalan aman, tepat waktu, dan memenuhi standar keselamatan operasional yang ketat.
Kepada java66news.com, Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa keberhasilan penyandaran rangkaian alat modern di Belawan maupun Surabaya ini tidak lepas dari kesiapan penuh armada kapal tunda yang diterjunkan.

“Keberhasilan penyandaran QCC di Belawan dan Surabaya didukung penuh oleh kesiapan armada kami. Dalam kegiatan tersebut, Kapal Tunda (KT) Hang Tuah II dan KT Hang Tuah III berkekuatan 2.000 HP mendukung proses penundaan di Belawan. Sementara itu, KT Jayanegara 305 berkekuatan 3.000 HP memimpin langsung proses penundaan di Tanjung Perak,” jelas Elvin kepada java66news.com, Selasa (28/7/2026).
Elvin menambahkan, selain keunggulan dari sisi ketangguhan armada, pihaknya juga memastikan kompetensi personel di lapangan berada dalam tingkat tertinggi. Hal ini krusial demi menjamin kelancaran operasional serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan tepat waktu.
Modernisasi dan peningkatan kapasitas pelabuhan melalui pembaruan fasilitas ini turut mendapat respons positif dari pelaku industri pelayaran nasional. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesia National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menekankan pentingnya sinergi yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan guna merespons pertumbuhan arus barang yang terus melonjak.
“Dukungan infrastruktur, peralatan, dan sistem operasi pelabuhan memang harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional dapat berjalan jauh lebih optimal,” ungkap Carmelita.
Dengan hadirnya penambahan unit QCC dan RTG baru di Belawan yang nantinya dioperasikan oleh PT Prima Multi Terminal (PMT), diharapkan produktivitas terminal dapat terdongkrak signifikan sekaligus mempercepat waktu layanan petikemas secara berkelanjutan. (Edy/Red)
