PASURUAN java66news.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mengambil langkah inovatif untuk menjaga kondusivitas dan kerukunan umat beragama di wilayah akar rumput. Alih-alih menggunakan ruang rapat formal, KUA Grati menggelar Rapat Koordinasi Early Warning System (EWS) dengan konsep kekeluargaan di Warung Lesehan Pak To, Desa Kebonrejo, Jumat (24/7/2026).
Langkah dialogis ini sengaja diambil guna memperkuat sinergi antara KUA, tokoh agama, dan penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi konflik sosial keagamaan.
Kepala KUA Kecamatan Grati, H. Akhmad Jamaluddin Khoir, S.Ag., M.Pd.I., yang memimpin langsung kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan kultural dinilai jauh lebih efektif untuk meredam sekat birokrasi, sehingga komunikasi dapat berjalan dari hati ke hati.
“Tokoh agama dan penyuluh adalah sensor utama atau early warning system di masyarakat. Jika ada benih intoleransi, hoaks berbau SARA, atau paham ekstrem yang berpotensi memecah belah umat, kita bisa deteksi dan redam lebih awal sebelum membesar,” tegas H. Akhmad Jamaluddin Khoir saat memberikan sambutan.
Dalam forum santai tersebut, para tokoh agama dan penyuluh agama Islam se-Kecamatan Grati saling memaparkan kondisi riil di lapangan. Mereka juga bertukar strategi mengenai penanganan masalah (problem solving) dengan mengedepankan kearifan lokal.

H. Akhmad Jamaluddin Khoir menambahkan, para penyuluh agama kini diinstruksikan untuk tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial atau ceramah mimbar. Ia menuntut para penyuluh agar aktif bergerak menjadi agen resolusi konflik yang responsif di tengah masyarakat.
“Penyuluh dan kiai di desa-desa harus responsif. Kalau ada isu gesekan, segera komunikasikan. Jangan tunggu viral atau membesar. Kita hadirkan solusi dengan pendekatan agama yang rahmatan lil ‘alamin,” imbuhnya.
Melalui cangkrukan dan silaturahmi yang hangat ini, soliditas antara KUA, pemuka agama, dan penyuluh di Kecamatan Grati diharapkan semakin kokoh. Dengan demikian, situasi kamtibmas dan kerukunan beragama di wilayah Kabupaten Pasuruan, khususnya Kecamatan Grati, dapat terus terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. (J66/Red)
