MAGETAN, java66news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bergerak cepat merespons status darurat sampah di wilayahnya. Langkah strategis diambil melalui penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) percepatan penanganan sampah dan tindak lanjut Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Pilah Sampah yang digelar di Ruang Rapat Ki Mageti pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Pemkab Magetan, Saif Muchlissun, S.Sos, MM, perwakilan perangkat daerah terkait, pihak kecamatan, jajaran Pemerintah Desa/Kelurahan, serta perwakilan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah se-Kabupaten Magetan.

Dalam arahannya, Kepala DLHP Magetan, Saif Muchlissun menegaskan bahwa keterlibatan aktif Pemerintah Desa dan Kelurahan menjadi kunci utama keberhasilan penanganan darurat sampah ini. Pihak pemdes/kelurahan diminta gencar mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yaitu lingkungan rumah tangga.
“Langkah ini dinilai sebagai solusi paling efektif untuk mengurangi timbulan sampah di hilir, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sejak dari tingkat hulu,” ujar Saif Muchlissun.
Adapun mekanisme pemilahan sampah di tingkat rumah tangga yang kini mulai disosialisasikan secara masif kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
Sampah Organik: Seperti sisa makanan, dedaunan, dan bahan yang mudah terurai, wajib dikumpulkan menggunakan kantong plastik berwarna hitam.
Sampah Anorganik: Seperti plastik, kertas, logam, dan sejenisnya, dikumpulkan menggunakan kantong plastik selain warna hitam.
Melalui gerakan pilah sampah ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta berkontribusi nyata dalam menekan volume sampah daerah. Pemdes dan Kelurahan juga diinstruksikan untuk mengoptimalkan peran KSM di wilayah masing-masing guna mendukung implementasi gerakan tersebut.

KSM Minta Perhatian Lebih dari Pemerintah
Di sisi lain, rakor ini juga menjadi wadah bagi para pengelola sampah di tingkat bawah untuk menyampaikan aspirasi. Ketua KSM Gondo Kencono, Hadi Warsito, secara terbuka menyampaikan keluh kesah dan dinamika yang dihadapi para pejuang lingkungan di lapangan.
Hadi Warsito berharap Pemerintah Kabupaten Magetan memberikan perhatian dan dukungan yang lebih nyata kepada KSM, baik dari segi pembinaan, sarana prasarana, maupun regulasi yang berpihak pada keberlanjutan operasional KSM. Menurutnya, KSM merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan tata kelola sampah di pemukiman warga, sehingga penguatannya menjadi sangat krusial di tengah status darurat saat ini. (Had/Red)
