KUA Purwosari Gandeng Dinkes dan Polres Pasuruan Gelar Bimbingan Remaja di Ponpes Al Inayah

Admin · 24 Jul 2026, 13:26 WIB · 41 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
KUA Purwosari Gandeng Dinkes dan Polres Pasuruan Gelar Bimbingan Remaja di Ponpes Al Inayah

PASURUAN, java66news.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwosari terus menunjukkan komitmennya dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan pernikahan dini. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Inayah, Dusun Kemantren, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan strategis ini dilaksanakan dengan membangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan dan Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan. Sinergi ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada para santri remaja, baik dari sudut pandang keagamaan, kesehatan reproduksi, maupun hukum.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kepala KUA Purwosari, Amaluddin, S.Ag., menuturkan bahwa pembekalan sejak dini bagi remaja usia sekolah sangat krusial di tengah pesatnya arus informasi dan tantangan zaman.

“Kami ingin para santri memiliki benteng diri yang kokoh. Melalui program BRUS ini, kami mengedukasi mereka agar mampu mencegah pergaulan bebas serta memahami risiko besar dari pernikahan dini. Kolaborasi dengan Dinkes dan Polres Pasuruan sengaja dihadirkan agar para remaja mendapatkan pemahaman yang utuh dan seimbang,” tutur Amaluddin kepada media java66news.com.

Edukasi Tiga Pilar: Agama, Kesehatan, dan Hukum

Dalam pelaksanaannya, materi bimbingan disampaikan secara interaktif menggunakan media visual untuk menarik antusiasme para peserta yang didominasi oleh santri usia remaja.

Perspektif Keagamaan & Psikologi: KUA Purwosari menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri serta mempersiapkan mental dan spiritual sebelum melangkah ke jenjang dewasa.

Perspektif Kesehatan: Perwakilan dari Dinas Kesehatan memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi remaja serta dampak buruk pernikahan usia dini terhadap fisik dan stunting pada anak.

Perspektif Hukum & Kamtibmas: Perwakilan dari Polres Pasuruan memberikan pembekalan terkait aspek hukum pidana seputar pergaulan bebas, kenakalan remaja, serta pentingnya tertib sosial demi masa depan yang cerah.

Para santri tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, yang ditutup dengan sesi foto bersama antara para pemateri, pengurus pondok pesantren, dan seluruh peserta BRUS. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Pasuruan yang sehat secara fisik, cerdas secara hukum, dan memiliki akhlak yang mulia.

(J66/Red)

41 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →