PASURUAN, java66news.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka perselisihan rumah tangga. Hal ini dibuktikan melalui gelaran Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra Nikah bagi Calon Pengantin (Catin) Angkatan XVI yang dilaksanakan pada Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 15 pasang calon pengantin antusias mengikuti pembekalan intensif ini. Kegiatan tersebut dirancang khusus untuk memberikan kesiapan mental, spiritual, serta pengetahuan yang memadai bagi para catin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Kepala KUA Pusaka Kecamatan Rembang, H. Mochamad Irjik, S.H.I., kepada java66news.com di sela acara menyampaikan bahwa penyiapan fondasi keluarga harus dilakukan secara matang, bahkan sebelum akad nikah diucapkan.
“Pernikahan bukan hanya soal administrasi, tetapi persiapan menyeluruh. Kami ingin para calon pengantin di Kecamatan Rembang memiliki kesiapan lahir dan batin, memahami hak serta kewajibannya masing-masing sebagai suami istri, agar kelak mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujar H. Mochamad Irjik.

Penyampaian Materi dan Kesehatan Reproduksi
Dalam sesi pembinaan utama, Penyuluh Agama Islam, Rokhmatul Ummah, S.H.I., memaparkan materi krusial bertajuk “5 Pilar Keluarga Sakinah.” Materi ini mengajak para peserta untuk mengenali nilai-nilai dasar penopang keharmonisan keluarga, meliputi:
Memperkuat keimanan
Menjaga komunikasi yang sehat
Membangun kepercayaan antarpasangan
Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Menyelesaikan setiap persoalan rumah tangga dengan jalan musyawarah.
Tidak hanya pembekalan materi keagamaan dan mental, para catin juga dibekali materi kesehatan fisik dan perencanaan keluarga. Penyuluh KB Kecamatan Rembang, Drs. Hari Prasetyo Utomo, hadir memberikan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga berencana (KB) serta pemeliharaan kesehatan reproduksi yang prima.
Memasuki akhir acara, seluruh rangkaian Bimwin Angkatan XVI ini ditutup dengan sesi interaktif berupa praktik “Tepuk Sakinah”. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti gerakan yang menjadi simbol pengingat bahwa keharmonisan sebuah keluarga harus dibangun di atas fondasi kebersamaan, komitmen, dan sikap saling menguatkan. (J66/Red)
