Ribuan Warga Padati Wisata Danau Ranu Grati, Tradisi Distrikan dan Selametan Desa Ranuklindungan Berlangsung Khidmat

Admin · 12 Jul 2026, 00:05 WIB · 14 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Ribuan Warga Padati Wisata Danau Ranu Grati, Tradisi Distrikan dan Selametan Desa Ranuklindungan Berlangsung Khidmat

PASURUAN, java66news.com – Suasana sakral dan penuh kekhusyukan menyelimuti kawasan Wisata Danau Ranu Grati, Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Ribuan warga memadati tepi danau alami tersebut untuk mengikuti rangkaian tahunan Tradisi Distrikan dan Selametan Desa pada Sabtu malam (11/7/2026).

Acara warisan leluhur ini diikuti antusias oleh masyarakat dari lima dusun, yakni Dusun Bandilan I, Bandilan II, Bebekan Lor, Bebekan Kidul, dan Magersari, yang tumplek-blek di salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Pasuruan tersebut.

Puncak acara dimulai tepat pukul 19.30 WIB, ditandai dengan pembacaan doa Distrikan dan Selametan Desa. Prosesi doa dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Grati, H. Akhmad Jamaluddin Khoir, S.Ag., M.Pd.I., bersama sesepuh adat Desa Ranuklindungan, Ki Jogo Utomo.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Menggunakan bahasa Jawa yang penuh penghayatan, doa dipanjatkan secara khusyuk untuk memohon keselamatan desa, kelancaran rezeki, serta keberkahan bagi para petani dan nelayan keramba di Danau Ranu Grati. Selain itu, doa khusus juga ditujukan bagi para leluhur yang telah berjasa membuka lahan (babat alas) Desa Ranuklindungan.

“Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul dengan hati ikhlas. Mugi-mugi Gusti Allah paring slamet, ayem tentrem dumateng sedoyo warga Ranuklindungan. Paringi subur tanahipun, lancar rezekinipun, lan rukun seduluran (Semoga Allah SWT memberikan keselamatan, ketenteraman bagi semua warga Ranuklindungan. Diberikan kesuburan tanahnya, kelancaran rezekinya, dan kerukunan persaudaraan),” ucap H. Akhmad Jamaluddin Khoir dalam untaian doanya.

Sementara itu, Ki Jogo Utomo selaku pemuka adat menegaskan bahwa tradisi Distrikan di ikon wisata ini bukan sekadar ritual seremonial belaka. Menurutnya, agenda ini merupakan wujud syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah menjaga kelestarian Danau Ranu Grati.

“Kita tetap melestarikan budaya ini karena di dalamnya ada doa, ada kebersamaan, and ada rasa syukur kepada Allah SWT. Meskipun zaman sudah modern, nilai gotong royong dan penghormatan kepada leluhur tidak boleh hilang,” tutur Ki Jogo Utomo.

Rangkaian Acara Berlangsung Semarak

Sebelum prosesi doa bersama dimulai, warga terlebih dahulu menggelar kirab budaya dengan mengelilingi desa. Dalam kirab tersebut, masyarakat mengarak tumpeng, ingkung ayam, serta berbagai hasil bumi. Puncaknya, dilakukan prosesi larungan sesaji ke tengah Wisata Danau Ranu Grati sebagai simbol permohonan keselamatan dan rasa syukur atas melimpahnya rezeki.

Kepala Desa Ranuklindungan, Yuslimu, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga, perangkat desa, tokoh agama, serta jajaran Komando Rayon Militer, Kepolisian Sektor, dan Kecamatan (Forkopimcam) Grati yang telah mendukung penuh kesuksesan acara ini.

“Tradisi ini adalah identitas kita. Dengan selametan desa, kita berharap masyarakat Ranuklindungan selalu diberi perlindungan, dijauhkan dari marabahaya, dan ke depannya desa kita bisa semakin maju,” pungkas Yuslimu.

Rangkaian acara sakral ini ditutup dengan pembacaan tahlil, selawat, dan doa bersama. Setelah seluruh prosesi formal selesai, warga bersama-sama menikmati hidangan selametan di balai desa hingga larut malam dengan penuh rasa kekeluargaan.

Sebagai informasi, Tradisi Distrikan di kawasan Wisata Danau Ranu Grati ini telah berlangsung turun-temurun. Selain menjaga nilai spiritualitas dan adat lokal, kegiatan tahunan ini juga memperkuat daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Pasuruan yang terus dirawat kelestariannya.

(J66/Red)

14 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →