Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah: Hidup Hanya Sekali, Raih Ridha Orang Tua dan Guru Sebelum Terlambat

Admin · 9 Jul 2026, 19:24 WIB · 16 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pesan Mendalam Abuyya M. Hasan Syaibah: Hidup Hanya Sekali, Raih Ridha Orang Tua dan Guru Sebelum Terlambat

PASURUAN, java66news.com — Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan sebuah refleksi dan pesan mendalam mengenai hakikat kesempatan hidup manusia. Pesan tersebut disampaikan langsung kepada redaksi java66news.com pada Kamis (9/7/2026).

Dalam pesannya, Abuyya menganalogikan kehidupan manusia seperti seorang pemain sepak bola yang diberikan kesempatan oleh pelatihnya untuk turun ke lapangan pertandingan. Menurutnya, sangat disayangkan jika kesempatan yang hanya datang sekali itu disia-siakan tanpa bermain secara cantik dan maksimal.

“Sungguh disayangkan jika disia-siakan dengan tidak bermain cantik dan maksimal, apalagi jika sampai kalah. Sebagaimana kita dikasih kesempatan hidup hanya sekali, bagaimana jika sampai kalah, apalagi masuk neraka? Betapa rugi dan sengsaranya, sungguh tak terbayang,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua

Lebih lanjut, Abuyya memberikan penekanan khusus kepada anak-anak yang saat ini masih memiliki orang tua. Beliau mengingatkan agar seorang anak tidak abai dalam mentaati dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Keberadaan orang tua merupakan ladang pahala terbesar sekaligus penentu masa depan seorang anak.

“Bagi anak yang masih mempunyai orang tua, jika tidak bisa taat berbakti, aduh… betapa ruginya. Sebab bagi anak, surga dunia dan akhiratnya adalah ridha dari keduanya,” tuturnya tegas. Beliau mengajak seluruh generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan seumur hidup ini demi mendapatkan ridha orang tua.

Ridha Guru Kunci Keberkahan Ilmu Bagi Santri

Tidak hanya bagi seorang anak terhadap orang tuanya, prinsip mencari ridha ini juga berlaku erat di lingkungan pendidikan, khususnya bagi para santri yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren.

Abuyya mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga takzim dan patuh kepada guru. Menurutnya, keberkahan ilmu hanya akan didapat apabila seorang murid berhasil mengantongi ridha dari gurunya.

“Sebagaimana pula santri pada gurunya, jangan sampai tidak mendapat ridhanya agar ilmunya berkah dan bermanfaat. Ingat, kesempatan tidak datang dua kali,” pungkas Abuyya M. Hasan Syaibah menutup pesannya.

Melalui wejangan ini, diharapkan masyarakat, khususnya para pemuda dan santri, dapat merefleksikan diri untuk menggunakan waktu dan kesempatan hidup sebaik mungkin demi mengejar kebaikan di dunia maupun di akhirat. (SNA/Red)

16 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →