LAMONGAN – (java66news.com) Sosok Jalaludin Ahmad Wasiran, S.H., S.Pd., dikenal luas sebagai tokoh pendidikan yang memiliki mobilitas tinggi di Kabupaten Lamongan. Namun, di balik tanggung jawab besarnya mengelola institusi pendidikan, pria yang akrab disapa wasiran ini memiliki kepiawaian luar biasa dalam merangkai sastra sebagai seorang Pembawa Acara atau Pranatacara bahasa Jawa.
Kepada java66news.com Selasa (5/5/2026) Profesi MC bahasa Jawa bagi beliau bukanlah sekadar pengisi waktu luang, melainkan bentuk pengabdian untuk melestarikan budaya Adiluhung di tengah derasnya arus modernisasi.
Pilar Pendidikan di Dua Institusi
Kiprah Jalaludin di dunia pendidikan Lamongan terbilang sangat aktif. Selain tercatat sebagai guru di SDN Ngambeg, Kecamatan Pucuk, beliau juga mengemban amanah besar sebagai Kepala Sekolah di MI Roudlotul Muta’allimin, Kebonsari, Kecamatan Sukodadi.
Kesehariannya yang berpindah dari ruang kelas di Pucuk menuju ruang administrasi di Sukodadi mencerminkan dedikasi yang tinggi. Gelar sarjana ganda (S.H. dan S.Pd.) yang disandangnya menjadi bukti bahwa beliau adalah sosok pendidik yang memadukan kedisiplinan ilmu hukum dengan kelembutan ilmu pedagogi.
Menjaga Tradisi Lewat “Mumpuni” di Atas Panggung
Kemampuan retorika yang ia asah di depan siswa-siswinya justru menjadi modal kuat saat beliau berdiri di atas panggung sebagai MC. Bagi Jalaludin, seorang Pranatacara harus memiliki tiga pilar utama yang disebut sebagai Olah Rasa, Olah Sastra, dan Olah Raga.
“Menjadi MC bahasa Jawa itu amanah budaya. Kita memikul tanggung jawab agar nilai-nilai kesopanan dan keindahan bahasa daerah tetap hidup di telinga masyarakat Lamongan,” ungkap Jalaludin.
Beberapa elemen yang selalu ia tunjukkan dalam penampilannya meliputi:
Pangolahing Swara: Teknik vokal yang mantap, jelas, dan berwibawa khas gaya Surakarta maupun Yogyakarta.
Pangolahing Sastra: Pemilihan diksi atau tembung yang tepat sesuai dengan jenis upacara adat yang dipandu.
Pangolahing Raga: Penampilan fisik yang gagah dengan busana adat lengkap, mencerminkan karakter pria Jawa yang santun.
Sosok Inspiratif bagi Generasi Muda Lamongan
Di berbagai acara hajatan maupun seremonial formal di Kabupaten Lamongan, Jalaludin selalu tampil memukau dengan blangkon dan beskapnya. Kehadirannya seolah menjadi pengingat bahwa menjadi modern tidak harus meninggalkan identitas lokal.
Melalui kiprahnya sebagai guru, kepala sekolah, dan MC bahasa Jawa, Jalaludin Ahmad Wasiran memberikan teladan nyata bahwa pengabdian pada negara lewat pendidikan dan pengabdian pada budaya lewat sastra dapat berjalan beriringan dengan harmonis.(Red)
