Sisi Indah Islam Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah Pasuruan: Tak Ada Jalan Buntu, Semua Ada Solusinya

Admin · 29 Mei 2026, 15:23 WIB · 22 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Sisi Indah Islam Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah Pasuruan: Tak Ada Jalan Buntu, Semua Ada Solusinya

PASURUAN, (java66news.com) – Islam sejatinya adalah agama yang indah, damai, tentram, dan menyejukkan. Jika ada seorang pemeluk agama yang belum mencerminkan nilai-nilai kedamaian tersebut, maka yang perlu dipertanyakan bukanlah agamanya, melainkan perilaku dari oknum pemeluknya itu sendiri.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, saat memberikan tuturannya kepada java66news.com pada Jumat (29/5/2026).

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, keindahan Islam terletak pada kemampuannya dalam memberikan solusi atas setiap persoalan hidup manusia.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Dalam Islam tidak ada jalan buntu, semua ada jalan keluarnya. Islam diturunkan sebagai Rahmatan Lil ‘Alamiin, yaitu untuk memberikan kasih sayang bagaimana bisa manusia memiliki nurani hingga menjadi manusia yang sempurna dan beradab kepada siapapun,” tuturnya.

Islam Menolak Kasta dan Menjunjung Tinggi Toleransi

Lebih lanjut, Abuyya menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang egaliter dan tidak mengenal sistem kasta atau tingkatan kedudukan sosial di hadapan Sang Pencipta. Di sisi Allah SWT, derajat semua manusia adalah sama.

“Hanya kedekatan atau tingkat ketakwaannya (taqwanya) yang menjadi pembeda di akhirat kelak,” jelasnya.

Selain menghapus sekat sosial, Abuyya juga menekankan bahwa Islam adalah agama dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Islam tidak pernah mengusik keberadaan ajaran agama lain, sebagaimana prinsip teguh yang tertuang dalam jargon “Agamamu agamaku” (jalani keyakinan masing-masing tanpa saling mengganggu).

Filosofi Lebah Madu: Santun Namun Tegas

Dalam kesempatan tersebut, Abuyya M. Hasan Syaibah memberikan perumpamaan yang indah mengenai karakter agama yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Beliau mengibaratkan Islam seperti tawon atau lebah madu.

Santun dan Memberi Manfaat: Lebah selalu menghasilkan madu yang manis dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Karakter dasarnya lembut dan tidak merusak.

Menjaga Kehormatan: Walaupun madunya diambil, selama ratu dan sarangnya tidak diusik, mereka tidak akan menyerang.

Namun, Abuyya juga memberikan catatan tegas mengenai batas toleransi tersebut. Karakter lebah yang tenang bisa berubah demi mempertahankan prinsip utama.

“Semua diberikan, tetapi jika harga diri agama dilecehkan, nyawa pun diberikan. Islam adalah agama yang damai, mulia, berwibawa, dan berkehormatan,” tegas Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah ini.

Mengakhiri tuturannya, Abuyya M. Hasan Syaibah mengingatkan betapa beruntungnya setiap orang yang memeluk agama Islam dengan kaffah (menyeluruh). Sebab, setiap sendi kehidupan dan apa pun yang dikerjakan oleh seorang Muslim dengan niat yang benar, akan bernilai ibadah di mata Allah SWT dan berbalas pahala surga. (J66/Red)

22 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →