LAMONGAN (java66news.com) – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Kecamatan Pucuk pada Selasa (26/5/2026) pagi. Pemerintah Kecamatan Pucuk menggelar upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamongan yang ke-457 tahun 2026 dengan nuansa kearifan lokal yang kental.
Harmoni Busana Khas Lamongan
Keunikan upacara tahun ini terlihat dari penampilan seluruh peserta upacara. Para petugas, kepala desa, jajaran OPD, hingga seluruh undangan tampak serasi mengenakan Busana Khas Lamongan (BKL). Penampilan ini tidak hanya menambah estetika dan kekompakan, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat terhadap identitas budaya lokal Lamongan di hari jadinya yang ke-457.
Pelaksanaan Upacara Berbahasa Jawa
Selain busana, peringatan tahun ini terasa istimewa karena seluruh rangkaian petugas upacara menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar. Hal ini merupakan wujud nyata dari upaya pelestarian budaya daerah sekaligus penghormatan terhadap akar sejarah Kabupaten Lamongan.
Bertindak sebagai Pembina Apel (Pangarsatomo) adalah Kasmiadi, S.Pd., M.Pd., selaku Korwil Bidik Kecamatan Pucuk, hadir mewakili Camat Pucuk. Sementara itu, tugas sebagai Pemimpin Apel (Pangarsaning Apel) dilaksanakan dengan penuh disiplin oleh Ahmad Wasiran, S.Pd., guru dari SDN Ngambeg Pucuk.
Pesan Bupati: Lamongan Tangguh dan Bersatu
Dalam amanat tertulis Bupati Lamongan yang dibacakan, ditegaskan bahwa semangat “Bersatu, Berdaya, Berbudaya” harus terus dihidupkan. Pemerintah menekankan pentingnya ketangguhan sosial dengan menjaga persatuan di tengah keberagaman serta memastikan seluruh warga, dari pesisir hingga pelosok desa, ikut merasakan dampak pembangunan.
Momen Hari Jadi ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga pemuda, untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi mewujudkan Lamongan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial. Lamongan Maju, Lamongan Megilan, Lamongan Sejahtera!” menjadi penutup pidato yang membakar semangat peserta upacara.
Kesan Ahmad Wasiran
Usai pelaksanaan upacara, Ahmad Wasiran, S.Pd. menyampaikan kebanggaannya dapat memimpin apel dengan menggunakan bahasa daerah dan mengenakan busana khas daerah.
“Menjadi pemimpin apel di hari bersejarah Kabupaten Lamongan ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Penggunaan Bahasa Jawa serta mengenakan Busana Khas Lamongan dalam seluruh rangkaian upacara bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kita dalam merawat identitas dan warisan budaya leluhur. Harapan saya, semangat kebersamaan ini terus tumbuh di hati masyarakat Pucuk, terutama generasi muda agar tidak lupa akan jati diri daerahnya,” ujar Ahmad Wasiran kepada java66news.com.
Sinergi Forkopimcam dan OPD
Upacara tersebut berlangsung tertib dengan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pucuk. Tampak hadir perwakilan dari Koramil, Polsek, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), para kepala desa se-Kecamatan Pucuk, serta perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang semuanya tampil anggun dalam balutan Busana Khas Lamongan.
Refleksi Semangat Kebersamaan
Kegiatan berjalan lancar dan menjadi cerminan eratnya hubungan antar-instansi serta kecintaan masyarakat terhadap daerahnya. Peringatan ke-457 ini diharapkan menjadi momentum refleksi untuk terus meningkatkan sinergi dalam membangun daerah demi masa depan Lamongan yang lebih baik.(Red)
