Gelar Dzikir Ghofilin di Makam Mbah Dirjo, Majelis Taubat Nur Ilahi Rawat Tradisi Gus Miek

Admin · 17 Sep 2026, 10:51 WIB · 161 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Gelar Dzikir Ghofilin di Makam Mbah Dirjo, Majelis Taubat Nur Ilahi Rawat Tradisi Gus Miek

SIDOARJO — java66news.com Majelis Taubat Nur Ilahi (MD TNI) menggelar pembacaan Dzikir Ghofilin yang dipimpin oleh Kyai Muchdhor di area makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo, Wonocolo, Sepanjang, pada Rabu (16/9/2026) malam. Suasana khidmat dan khusyuk menyelimuti puluhan jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara perdana ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan kembali makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo. Pembangunan fisik makam yang kini rampung 100 persen tersebut diprakarsai oleh ulama muda Gus Affandi Ahmad Fitrah (Gus Fandi) melalui dana swadaya warga dan pembiayaan pribadi. Sebelumnya, situs tempat peristirahatan salah satu tokoh syiar Islam di Sepanjang ini sempat mengalami kerusakan akibat ulah oknum preman. Kasus pengrusakan tersebut saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Meski dipersiapkan secara mendadak, acara tetap dihadiri oleh tokoh masyarakat dan ulama setempat, di antaranya Gus Yono, Gus Sholikan, dan Gus Noval, serta sejumlah perwakilan media.

“Kebaikan apa pun yang kita lakukan jangan pernah putus asa. Hanya Allah SWT yang menilainya, bukan manusia,” ujar Gus Sholikan di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Kyai Muchdhor yang telah mengamalkan Dzikir Ghofilin selama lebih dari 25 tahun menegaskan pentingnya istikamah dalam beribadah. “Sesungguhnya wirid yang kita laksanakan bisa menghasilkan warid (keberkahan),” ungkapnya.

Gus Fandi berharap kegiatan pembacaan semaan Al-Qur’an dan Dzikir Ghofilin—amalan khas ulama ternama asal Ploso, Kediri, KH Chamim Dzajuli (Gus Miek)—dapat diselenggarakan secara rutin setiap bulan pada malam Kamis Pahing. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, rutinitas ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga dan pedagang di sekitar area makam.

Rangkaian acara syukur tersebut diakhiri dengan pembacaan salawat bersama dan resmi ditutup pada pukul 22.00 WIB.(Edy/Ebs)

161 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *