PASURUAN –java66news.com Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyoroti maraknya pandangan sebagian kelompok yang menganggap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai perbuatan bid’ah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Abuyya M. Hasan Syaibah saat memberikan tanggapannya kepada portal media java66news.com pada Jumat (14/8/2026).
Dalam keterangannya, Abuyya menilai sangat ironis jika peringatan hari lahir Rasulullah SAW dipermasalahkan dengan alasan klasik bahwa tradisi tersebut tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi. Bahkan, beliau menyayangkan adanya tindakan ekstrem di mana makanan atau jajanan (berkat) dari acara Maulid sampai dibuang.
“Sungguh sangat ironis sekali ada sebagian pendapat bahwa memperingati kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah. Bahkan ada yang sangat ekstrem, jajanan atau nasi saat Maulid dibuang. Begitu hinanya Rasulullah diperlakukan demikian,” ujar Abuyya.
Soroti Ketimpangan Logika Berpikir
Abuyya juga mengkritik ketimpangan cara berpikir kelompok yang menolak Maulid. Beliau membandingkan bagaimana sebagian orang begitu antusias merayakan ulang tahun diri sendiri, anak, maupun kerabat dengan pesta mewah, namun justru menganggap haram dan bid’ah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
“Bagaimana cara berpikir mereka hingga seperti mengalami phobia Maulid? Kelahiran putra-putrinya dirayakan dengan pesta mewah, tetapi kepada Nabinya dikatakan bid’ah dan haram. Logika apa dan cara berpikir yang bagaimana hingga Nabinya sendiri tidak dihormati?” tegasnya.
Keagungan Lahirnya Rasulullah SAW
Lebih lanjut, pengasuh ponpes di Bangil tersebut mengingatkan kembali keagungan serta keutamaan Rasulullah SAW bagi semesta alam dan umat manusia. Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi seluruh alam) dan sosok penentu yang kelak memberikan syafaat di hari akhir.
“Kelahiran Rasulullah SAW adalah Rahmatan lil ‘Alamin. Tidak tercipta semesta ini tanpa kelahirannya. Bahkan kelak, beliau adalah satu-satunya Nabi yang memberi syafaat kepada seluruh umatnya. Tidak malukah jika kelak kita membutuhkan syafaatnya?” pungkas Abuyya.
Melalui pesan ini, beliau mengajak umat Islam untuk kembali meluruskan niat dan cara pandang dalam memuliakan Nabi Muhammad SAW serta mempererat rasa cinta (mahabbah) kepada Sang Baginda.(SNA/Ebs)
