Pasca-Pengrusakan, Pembangunan Makam Mbah Dirjo Sepanjang Hampir Selesai Lewat Swadaya Masyarakat

Admin · 12 Agu 2026, 07:39 WIB · 176 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Pasca-Pengrusakan, Pembangunan Makam Mbah Dirjo Sepanjang Hampir Selesai Lewat Swadaya Masyarakat

SIDOARJO (java66news.com) — Proses pemugaran dan pembangunan kembali Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo (Mbah Darmo Joyo Ulomo) di area Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kini telah mencapai hampir 70 persen. Pembangunan swadaya ini dilakukan menyusul insiden pengrusakan area pemakaman keramat tersebut beberapa waktu lalu.

Upaya pemugaran lokasi persemayaman tokoh lokal yang dikenal masyarakat setempat dengan julukan Kyai Pasekan tersebut dimotori langsung oleh Gus Fandi Ahmad, Pendiri Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi (MDTNI) Wonocolo, Sepanjang. Aksi gotong royong ini melibatkan jajaran jamaah majelis, pedagang pasar, serta para simpatisan dan tokoh masyarakat sekitar.

Gus Fandi Ahmad menjelaskan bahwa total anggaran pembangunan kembali makam ini diperkirakan mendekati Rp50 juta. Seluruh dana dihimpun secara mandiri melalui iuran swadaya dan keikhlasan warga yang peduli akan kelestarian situs religi di wilayah tersebut.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Pembangunan yang hampir mendekati angka Rp50 juta ini sementara masih dalam bentuk urunan atau swadaya. Kami berharap pemugaran ini dapat segera rampung secara menyeluruh,” ujar Gus Fandi di sela-sela kegiatan majelis.

Di tengah berjalannya proses fisik pembangunan, Majelis Dzikir Taubat Nur Ilahi menggelar rutinitas dzikir bersama di area makam pada Ahad (10/8/2026). Sebanyak 250 jamaah tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan tawassul, pembacaan fadilah Surah Yasin, tahlil, hingga tausiyah keagamaan.

Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat hadir memimpin jalannya ibadah tersebut, di antaranya Gus Silakan, Gus Yono, Gus Anbiya (tokoh daerah Ngelom), Gus Amir (Pengasuh Pondok Pesantren Tanpo Nama), serta Gus Fandi Ahmad.

Dalam tausiyahnya, Gus Amir menekankan pentingnya mengedepankan paradigma akhlak ketimbang berdebat dalam paradigma fikih dalam menyikapi perbedaan pendapat (ikhtilaf). Menurutnya, gerakan menghakimi Al-Takhti’ah (menganggap hanya satu pendapat yang benar dan lainnya salah) sudah saatnya diganti dengan gerakan At-Tashwibah (saling menghormati dan membenarkan keberagaman pendapat yang berdasar).

“Sesungguhnya jika Aku beri nikmat maka kita wajib bersyukur, tetapi apabila kamu kufur atas nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Kita harus bersatu dan rukun dalam hidup bermasyarakat. Sesungguhnya muslim yang satu dengan muslim lainnya adalah saudara, maka kita wajib bergotong royong dalam menegakkan ukhuwah islamiyah,” tegas Gus Amir.

Ia menambahkan bahwa kecintaan umat kepada Rasulullah SAW ditunjukkan dengan menghormati dan menziarahi makam para wali serta aulia yang mengajarkan risalah kebaikan.

Sementara itu, Herwin, salah seorang jamaah MDTNI, menyatakan bahwa penurunan jumlah jamaah yang hadir dibanding bulan lalu tidak menyurutkan semangat warga untuk terus memakmurkan majelis dan menjaga warisan spiritual para wali.

“Jumlah jamaah yang sedikit tidak menjadikan kita mundur, melainkan tetap semangat melaksanakan dzikir setiap minggu kedua awal bulan. Ini adalah bentuk tauladan dan wujud kecintaan kami kepada para wali Allah serta Rasulullah SAW,” tutur Herwin. Rangkaian acara pemugaran dan dzikir bersama tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan sholawat.(Edy/Ebs)

176 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →