PASURUAN – java66news.com Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan sorotan tajam terhadap fenomena siaran langsung (live streaming) pembacaan Al-Qur’an di media sosial yang marak diiringi pencarian koin atau saweran dari netizen.
Dalam pesan keagamaannya yang disampaikan pada Senin (10/8/2026), Abuyya M. Hasan Syaibah menegaskan pentingnya menjaga adab, tata krama, dan keikhlasan niat saat berinteraksi dengan kitab suci Al-Qur’an.
Beliau mengibaratkan Al-Qur’an seperti sebuah kendaraan bagus. Kendaraan tersebut seharusnya berfungsi mengantarkan pengendara ke tujuan, namun hal itu tidak akan terwujud jika pengendara tidak memiliki kemampuan mengemudikannya. Begitu pula dengan membaca Al-Qur’an, yang sejatinya mendatangkan syafaat, namun bisa berdampak sebaliknya apabila pembacanya tidak memahami adab dan ilmu.
“Sebagaimana yang trending saat ini dengan live streaming tunggalnya, yang membaca perempuan menampakkan wajah cantiknya sudah haram, apalagi saat membacanya sibuk menjawab netizen yang like. Itu sangatlah tidak beradab. Mestinya khusyuk karena sedang berbicara dengan Allah,” tegas Abuyya M. Hasan Syaibah.
Lebih lanjut, beliau mengkritik keras adanya dugaan komersialisasi ayat-ayat suci demi mengumpulkan koin digital yang dapat dicairkan menjadi uang. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai kesucian Al-Qur’an.
“Apalagi ada niat mengumpulkan koin yang bisa diuangkan, itu sama saja dengan Al-Qur’an dibuat ngemis dan ngamen, Astaghfirullah,” ujarnya.
Abuyya mengutip peringatan dalam ayat Al-Qur’an, “ولا تشتروا بآياتي ثمنا قليلا” (dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah). Beliau mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak ceroboh dan tidak mengatasnamakan syiar agama apabila amalan tersebut tidak didasari oleh adab dan ilmu.
“Segala amal jika tak disertai ilmu akan tertolak. Jangan mengatasnamakan syiar walau membaca Al-Qur’an. Niat yang baik jika tidak atas dasar ilmu, semua akan sia-sia,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut berpesan agar umat Islam tidak hanya tergiur oleh janji syafaat Al-Qur’an semata tanpa membekali diri dengan ilmu. Menurutnya, membaca Al-Qur’an tanpa mengindahkan adab dan ilmu justru dapat mendatangkan laknat, sehingga mengutamakan ilmu sebelum beramal adalah hal utama bagi setiap muslim.(SNA/Red)
