Akselerasi Mutu Pendidikan, MA Darut Taqwa Purwosari Gelar Workshop Transformasi Literasi Numerasi dan KBC

Admin · 1 Agu 2026, 10:14 WIB · 136 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Akselerasi Mutu Pendidikan, MA Darut Taqwa Purwosari Gelar Workshop Transformasi Literasi Numerasi dan KBC

PASURUAN, java66news.com – Guna mendongkrak mutu pendidikan dan menyelaraskan nilai kearifan lokal pesantren dengan kurikulum modern, Madrasah Aliyah (MA) Darut Taqwa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan menggelar Workshop CERAH pada Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema besar “Transformasi Pembelajaran Literasi Numerasi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”. Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag., Kepala MA Darut Taqwa, Dhurotun Nasikin, M.Pd., jajaran Wakil Kepala Madrasah, dewan guru, serta Pengawas Madrasah yang bertindak sebagai narasumber, Nur Elhuda, M.Pd.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dalam sambutannya, Kepala MA Darut Taqwa, Dhurotun Nasikin, M.Pd., menekankan pentingnya antusiasme dan komitmen berkelanjutan dari seluruh tenaga pendidik selama mengikuti lokakarya ini.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan penuh semangat. Target utamanya bukan sekadar formalitas, melainkan adanya dampak konkret dan transformasi nyata pada pola pembelajaran di kelas kelak,” ujar Dhurotun Nasikin.

Sentuhan Nilai Pesantren dalam Deep Learning

Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas diangkatnya konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menurutnya, lingkungan pondok pesantren (ponpes) seharusnya sudah akrab dan lebih cepat memahami esensi dari kurikulum tersebut.

Pria yang akrab disapa Gus Shampton ini juga mengaitkan metode KBC dengan konsep deep learning (pembelajaran mendalam) yang kini tengah hangat di dunia pendidikan. Ia menyebut bahwa esensi pembelajaran mendalam sesungguhnya sudah lama dipraktikkan dalam khazanah keilmuan Islam, salah satunya di dalam Ilmu Fikih.

“Apa yang bisa kita lakukan dengan KBC ini adalah manifestasi dari nilai-nilai luhur yang kita miliki. Berada di lingkungan Pondok Pesantren Ngalah merupakan keuntungan besar bagi kita semua. Nilai-nilai KBC tersebut insya Allah sudah melekat kuat dan tercermin nyata pada sosok teladan kita, KH. Sholeh Bahruddin (Yai Sholeh),” tutur Gus Shampton di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan para pendidik untuk meneladani rekam jejak kepemimpinan Rasulullah SAW. Menurutnya, misi besar Nabi Muhammad SAW tidak terbatas pada urusan teologis atau membangun keagamaan semata, melainkan juga membangun peradaban manusia yang komprehensif.

Melalui workshop ini, MA Darut Taqwa Purwosari diharapkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang integratif—memadukan kecakapan literasi-numerasi modern dengan fondasi spiritualitas dan kasih sayang khas pesantren—demi menyongsong generasi emas yang beradab dan berdaya saing global. (J66/Red)

136 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →