Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil: Islam Itu Indah, Cara Berpakaian Ada Aturannya

Admin · 11 Jul 2026, 20:09 WIB · 14 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil: Islam Itu Indah, Cara Berpakaian Ada Aturannya

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pandangan mendalam mengenai etika dan filosofi berpakaian dalam Islam. Beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mulia dan indah, di mana segala aspek kehidupan—termasuk cara berpakaian—memiliki aturan dan batasan yang jelas.

Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, fenomena seseorang yang berpenampilan mewah ala ulama dengan jubah dan sorban menjulang namun tidak dibekali ilmu agama yang mumpuni, merupakan salah satu hal yang dibenci oleh Allah SWT. Sebaliknya, seorang ulama atau cendekiawan yang berilmu tetapi berpakaian serampangan hingga tampak seperti orang bodoh, juga dinilai kurang pantas.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Semua ada batasan kelasnya. Yang tidak berilmu haruslah menyadari atas kekurangannya, dan yang berilmu harus menyadari atas keberadaannya, bukan sok-sokan,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah kepada java66news.com, Sabtu (11/7/2026).

Beliau mengajak umat Islam untuk senantiasa meneladani cara berpakaian Rasulullah SAW yang dikenal sederhana namun selalu rapi. Dalam keteladanannya, rambut, kumis, serta jenggot Rasulullah selalu terkondisi dengan bersih dan wangi, tidak asal-asalan.

Abuyya menjelaskan bahwa berpakaian indah sangat dianjurkan dalam Islam karena Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Indah dan mencintai keindahan serta kerapian. Beliau kemudian mencontohkan sosok ulama kharismatik asal Pasuruan, Mbah Hamid.

“Sebagaimana yang dipraktikkan Mbah Hamid Pasuruan yang terkesan beda dengan ulama lain. Begitu elegan cara berpakaiannya, sedap dipandang, semua tampak bagus dan indah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Abuyya mengaitkan etika berbusana ini dengan filosofi adiluhung Jawa, yaitu “Ajining diri ono ing lathi, ajining rogo ono ing busono”. Filosofi ini mengandung makna bahwa harga diri seseorang terlihat dari akhlak, tutur kata, dan perilakunya, sedangkan kehormatan raga tercermin dari cara berpakaiannya.

“Sungguh Islam itu agama yang keren, mulia, dan indah, hingga cara berpakaian pun ada aturannya,” pungkas Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut.(SNA/Red)

14 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →