Bangun Kemitraan dengan LSM dan Media, Plt Kepala Kankemenag Pasuruan Tekankan Transparansi Anggaran Madrasah

Admin · 6 Jul 2026, 11:15 WIB · 40 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Bangun Kemitraan dengan LSM dan Media, Plt Kepala Kankemenag Pasuruan Tekankan Transparansi Anggaran Madrasah

PASURUAN (java66news.com) – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs), dan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Al Ikhlas, Senin (6/7/2026). Mengangkat tema “Membangun Kemitraan Madrasah dengan LSM dan Media”, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergisitas sekaligus membenahi tata kelola keterbukaan informasi di lingkungan madrasah.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.H.I., M.Ag., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), H. Bustanul Arifin, S.Pd., M.Pd. Turut hadir jajaran Kepala Satuan Kerja (Satker) dan Wakil Kepala (Waka) Humas MIN, MTsN, dan MAN se-Kabupaten Pasuruan, perwakilan IGRA dari masing-masing kecamatan, Komite Madrasah, serta jurnalis senior Jatim 1 News.com, Anis Hidayati, selaku pemateri.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dalam arahannya, Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, menekankan pentingnya aspek transparansi dan akuntabilitas keuangan di lingkungan madrasah. Pria yang akrab disapa Gus Shampton ini menyoroti masih adanya kelemahan dalam pelaporan rencana anggaran.

“Salah satu hal yang belum maksimal dilakukan oleh madrasah di Pasuruan adalah pelaporan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM/RKAL) secara eksplisit kepada publik. Mulai sekarang, tata kelola ini harus diubah. Tidak boleh lagi asal meminta anggaran. Semua harus bergerak sesuai aturan baku dengan mengajukan proposal, Term of Reference (TOR), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan RKAL yang jelas,” tegas Gus Shampton.

Ia juga mengingatkan agar madrasah tidak terjebak pada formalitas seremonial atau perayaan kelulusan yang berlebihan. Menurutnya, agenda-agenda formalitas sering kali justru menutupi kebutuhan riil madrasah yang esensial namun tidak teranggarkan.

“Jangan sampai ada celah (hukum) sekecil apa pun. Tertib administrasi dan pelaporan harus dilakukan secara berkala setiap bulan. Menunjukkan kinerja positif ke publik itu bukan berarti riya, melainkan bentuk pertanggungjawaban mutlak atas amanah masyarakat dan negara yang kita panggul,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Gus Shampton mengajak seluruh kepala madrasah, komite, dan tenaga pendidik untuk menyatukan visi dalam memajukan kualitas pendidikan Islam di Kabupaten Pasuruan.

“Ayo menata niat untuk ngrumat (merawat) madrasah dengan baik dan sungguh-sungguh. Kita ciptakan iklim lingkungan madrasah yang kondusif, islami, dan sarat prestasi, guna menyuguhkan hasil terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu membekali pihak madrasah agar tidak lagi alergi terhadap kehadiran LSM maupun media massa, melainkan mampu menjadikannya sebagai mitra strategis dalam mengawal transparansi pendidikan. (J66/Red)

40 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →